Shalawat Ibrahimiyah, Amalan Sunah Agar Mudah Tunaikan Ibadah Haji

Shalawat Ibrahimiyah, Amalan Sunah Agar Mudah Tunaikan Ibadah Haji

Salah satu amalan sunah yang dianggap bisa menjadi kata sandi bagi siapapun yang ingin berhaji adalah shalawat Ibrahimiyah

Shalawat Ibrahimiyah, Amalan Sunah Agar Mudah Tunaikan Ibadah Haji
Ilustrasi: Jemaah Haji Indonesia (Sumber: @elikragil)

Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima dalam ajaran Islam. Walaupun begitu, kewajiban menunaikannya hanya berlaku bagi yang dianggap mampu, baik secara fisik, mental, maupun finansial. 

Bagi warga muslim di Indonesia, level ibadah haji setara dengan cita-cita tertinggi yang didambakan kebanyakan orang. Ibadah haji bahkan menjadi indikator kelas sosial. 

Maka tidak heran jika ada yang sampai menjual tanah atau sawah untuk dikonversi menjadi ongkos naik haji. Dengan berhaji orang memiliki kesempatan langsung bermunajat di tanah paling sakral bagi umat Muslim. Dengan berhaji, ada bejibun harapan yang dipanjatkan secara langsung di rumah Tuhan. 

Nah, salah satu amalan sunah yang dianggap bisa menjadi kata sandi bagi siapapun yang ingin berhaji adalah shalawat Ibrahimiyah. Hampir bisa dipastikan setiap Muslim bakal mengenal betul shalawat ibrahimiyah. Shalawat ini selalu dibaca sekurang-kurangnya 5 kali dalam sehari semalam, tepatnya ketika tahiyat akhir setiap melaksanakan shalat. 

Bunyi shalawat ibrahimiyah adalah sebagai berikut:


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Limpahkan pula keberkahan bagi Nabi Muhammad dan bagi keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan keberkahan bagi Nabi Ibrahim dan bagi keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Seperti dikutip laman NU Online, Syekh Nawawi dalam Marah LabidTafsir an-Nawawi menjelaskan ada empat hal yang menjadi alasan mengapa di dalam rapalan shalwat tersebut Nabi Muhammad bersanding dengan Nabi Ibrahim, dan bukan dengan nabi-nabi lainnya. 

Pertama, sesungguhnya Nabi Ibrahim berdoa teruntuk Nabi Muhammad SAW dengan doa ini (shalawat Ibrahimiyah). Karena hal inilah Allah SWT menggerakkan lisan umat Nabi Muhammad senantiasa menyebut nama Nabi Ibrahim sebagai bentuk balasan kebaikan teruntuk Nabi Ibrahim.

Kedua, Nabi Ibrahim pernah berdoa “Ya Allah jadikanlah untukku sebutan yang baik pada umat terakhir, yakni dari umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam.” Dan, Allah mengabulkan doa tersebut, sehingga menyambung penyebutan Nabi Muhammad dan Nabi Ibrahim sebagai pujian yang baik dari umat Nabi Muhammad untuk Nabi Ibrahim.

Ketiga, sesungguhnya Nabi Ibrahim adalah bapak para nabi yang menyebarkan agama Allah (abu millah), sedangkan Nabi Muhammad adalah bapak dari aspek rahmat (abu rahmah). Maka wajib bagi setiap Muslim menjadikan mereka sebagai sifat bapak, dan menyebutnya secara bersama dalam setiap pujian dan shalat.

Keempat, Nabi Ibrahim mengajak umat melaksanakan ibadah haji, sedangkan Nabi Muhammad mengajak kepada iman. Maka Allah mengumpulkan keduanya dalam sebutan yang baik.

Empat alasan sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi tersebut menunjukkan adanya kedekatan secara batin antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam hal geneaologis karena Nabi Muhammad merupakan keturunan Nabi Ibrahim dari garis Sayyid Abdullah hingga Nabi Ismail ‘alaihissalam.

Ada banyak perawi hadits yang meriwayatkan shalawat Ibrahimiyah. Beberapa di antaranya adalah Imam Malik di dalam kitab Muwaththa’, Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam kedua kitab shahihnya, serta para imam lainnya seperti Abu Dawud, Nasai, dan Turmudzi. Imam Al-Iraqi dan Imam As-Sakhawi menuturkan bahwa haditsnya muttafaq ‘alaih.

Sementara itu sebagian ulama mengatakan bahwa membaca shalawat Ibrahimiyah sebanyak seribu kali dapat menjadikan pembacanya melihat Nabi Muhammad SAW.

Sebagai catatan, amalan shalawat ibrahimiyah ini merupakan salah satu ikhtiar di sektor doa. Di luar itu, ada banyak aspek yang musti kita lakukan supaya seimbang antara doa dan upaya. Adapun upaya konkretnya tentu saja adalah menjaga kesehatan fisik dan finansial.