Kasih yang Lahir di Baitul Lahmi

Masjid Al-Ikhlas Pasar Minggu dengan keindahan menyembul di antara menara. Pict by Hexa R

Kasih yang Lahir di Baitul Lahmi

Puisi indah yang membuat pikiran kita melayang ke peradaban cinta nan agung

Bagai menyambut kekasih yang sekian lama dirindu-dendamkan

Tiga Majusi dari timur itu memandang nyala kejora dengan tibuh gemetaran

Bukan di dalam kamar bertilam kain beludru merah jingga

Read More

Tangis bayi itu pecah di sebuah palungan kandang domba

 

Dialah firman

Yang telah berkata-kata sejak dalam buaian

Buah Ruh Suci yang ditiupkan

Ke dalam cawan sang perawan

 

Kisahnya adalah kasih

Kasihnya adalah kisah suka cita manusia

Nasibnya adalah salib

Yang dipanggul untuk melekatkan dirinya di atas Bukit Golgota

 

Dia persembahkan darahnya sebagai penebusan

Dia ulurkan tangannya untuk menghidupkan mereka yang mati harapan

Dia rengkuh para fakir yang tersingkirkan

Dia selamatkan hidup perempuan yang bahkan derai air matanya tak sanggup meluluhkan kebengisan para imam

 

Dialah kasih yang terlahir di Baitul Lahmi

Di atas Bukit Zaitun dia habiskan malamnya dalam keheningan

Hari-harinya berpeluh untuk memeluk musuh

“Hendaklah kasihmu seperti matahari yang membagi sinarnya untuk semua,” katanya

 

Aku tak hendak berdebat dia putra siapa

Bapanya adalah bapaku jua

Jika yang dia ulurkan adalah kasih

Manusia macam apa yang tak akan jatuh hati

 

Salam atas kelahiran, kematian, dan kebangkitanmu!