Doa Sebelum Ujian: Doa Robbisrohli

Doa Sebelum Ujian: Doa Robbisrohli

Bacaan doa robbisrohli biasanya dibaca sebagai doa sebelum ujian agar dimudahkan oleh Allah SWT.

Doa Sebelum Ujian: Doa Robbisrohli
Ilustrasi: Gettyimages

Banyak hal yang kita rasakan saat akan menjalani ujian. Ujian apapun itu, baik Ujian Ahir Semester, Ujian Nasional, ujian proposal atau pun ujian-ujian yang lain. Biasanya, doa sebelum ujian atau yang dikenal dengan doa robbisrohli kita panjatkan demi menghilangkan perasaan nerveos.

Doa robbisrohli ini ternyata memiliki sejarah yang tak boleh diremehkan. Pada saat itu, Nabi Musa diperintahkan untuk berdakwah kepada Fir’aun, seorang maharaja pada masanya. Fir’aun yang mendaku menjadi Tuhan merupakan dakwah dan ujian terberat yang harus dilakukan oleh Nabi Musa. Untuk itu, Nabi Musa meminta kepada Allah SWT agar dimudahkan jalan dakwahnya dan diberikan keleluasaan dalam ‘dada’nya.

Atas sejarah tersebut, doa ini kemudian dibaca oleh siapapun yang akan menghadapi ujian, dengan harapan agar dirinya dimudahkan oleh Allah SWT dalam menghadapi dan mengerjakan soal serta pertanyaan yang ada.

Berikut ini bacaan lengkap doa sebelum ujian atau doa robbisrohli

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

“Robbisrohli shadri wa yassir li amri wahlul uqdatan min lisani, yafqahu qauli.”

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (Surat Thaha ayat 25)

Dalam Tafsir al-Qurthubi, secara rinci dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan robbisrahli, “lapangkanlah dadaku” adalah dengan iman dan cahaya kenabian. Nabi Musa berdoa demikian karena ia mengetahui bahwa Allah SWT telah mengikat hati Fir’aun sehingga ia tak akan beriman kepada Allah SWT. Oleh karena itu, ia menganggap bahwa ia tak akan mampu berdakwah kepada Fir’aun mengingat hatinya yang sudah dibutakan dengan kekuasaan dan kelebihan itu.

Walaupun hati Fir’aun sudah ‘terikat’, Nabi Musa tetap diharuskan bertemu dan berdakwah kepadanya. Oleh karena itu, Nabi Musa meminta kepada Allah agar dimudahkan jalannya, bukan meminta kepada-Nya agar Fir’aun dijadikan orang yang beriman.

Dari kisah Nabi Musa di atas, bisa kita ambil kesimpulan bahwa Nabi Musa tetap berusaha walaupun sudah dipastikan dakwahnya tidak akan berhasil. Walaupun demikian ia tetap berusaha dan berdoa. Oleh karena itu, bagi kita, walaupun ujian di depan mata kita tak mungkin ditaklukkan, kita harus tetap bersemangat dan berdoa, meminta kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran dan kemudahan, apapun itu hasilnya. (AN)

Wallahu a’lam.