Jawaban Abu Nawas Tentang Teori Telur dan Ayam

Jawaban Abu Nawas Tentang Teori Telur dan Ayam

Baginda raja sangat senang melihat ayamnya bertelur. Saking girangnya ia membuat sebuah sayembara yang bisa diikuti oleh semua rakyatnya. Tentu dengan hadiah yang sangat besar yaitu satu pundi emas.

Sayembara tersebut terkesan susah-susah gampang. Aturannya adalah pertama, peserta harus mampu menjawab pertanyaan dengan masuk akal. Kedua harus mampu menjawab sanggahan Sang raja dengan masuk akal pula.

Tak lama para pegawai istana mengumumkan sayembara. Masyakaratpun antusias menyambutnya. Termasuk juga Abu Nawas. Banyak yang mendaftar karena tergiur hadia yang besar. Pada hari yang ditetapkan berderatlah masyarakat yang ikut lomba tersebut di kerajaan, Peserta pertama datang dan menghadap Sang Raja.

Read More

“Manakah yang lebih dulu telur atau ayam,” tanya Baginda.

“ Telur,” jawab peserta pertama

“ Apa alasannya,” tanya Baginda.

“Telur adalah  asal dari ayam,” jawabnya.

“ Kalau begitu siapa yang mengeraminya ,” kata  Sang Raja tak kalah argumentasi.

Peserta pertama langusng pucat pasi dan tidak bisa menajwab. Kemudian datanglah peserta kedua dengan pertanyaan yang sama,

“ Telur dan ayam tercipta dalam waktu yang bersamaan,” jawabnya.

“ Bagaimana kok bisa bersamaan. Apa alasannya,” tanya baginda raja.

” Jika ayam lebih dahulu itu hal yang tidak mungkin. Begitu juga sebaliknya. Telur tidak bisa menetas kalau tidak dierami,”jawabnya dengan mantab.

Namun Sang raja tak mau kalah dan berkata.” Bagaimana mungkin ayam betina bertelur tanpa ayam jantan.”

Maka peserta tersebut tak berkutik dan mengaku kalah. Tibalah Abu Nawas menjadi peserta dan menghadap langsung pada Sang Raja. Dengan wajah optimis, Abu Nawas sudah menemukan jawaban apa yang ditanyakan raja.

“ Wahai Abu Nawas duluan telur atau ayam,” tanya Sang Raja.

“ Jelas duluan telur Baginda,” jawab Abu Nawas dengan mantap.

“ Kok bisa? Coba terangkan kepadaku alasannya,” kata Baginda.

” Wah sangat gampang penjelasannya. Ayam itu bisa mengenal telur . Sedangkan telur tidak mengenal ayam,” jawab Abu Nawas dengan singkat.

Jawaban itu membuat Sang raja tercenung dan tidak bisa melanjutkan pertanyaan.