Dua Keuntungan Orang yang Suka Menolong

Dua Keuntungan Orang yang Suka Menolong

Dua Keuntungan Orang yang Suka Menolong
ilustrasi

Saling tolong-menolong dan membantu orang lain termasuk perbuatan mulia dan sangat dianjurkan. Semasa hidupnya, Rasulullah adalah orang yang suka membantu dan meringankan kesulitan orang lain. Beliau tidak pernah mempersulit orang lain dan selalu menawarkan kemudahan. Ini sesuai dengan karakter Islam sendiri yang tidak menyulitkan, tapi mempermudah.

Sebab itu, orang suka menolong dan meringankan kesulitan orang lain sangat dipuji dalam Islam. Bahkan, Allah SWT memberi ganjaran yang sangat besar bagi orang yang suka menolong. Di antaranya, Allah akan meringankan beban orang tersebut di hari akhirat kelak:

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ

Artinya:

“Barangsiapa yang meringankan beban dan kesulitan orang mukmin, maka Allah akan melapangkan kesulitannya di hari akhirat kelak. Barangsiapa yang memudahkan orang lain, Allah juga akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat” (HR: Muslim)

Berdasarkan hadis ini, ada dua keuntungan yang didapat orang yang suka meringankan beban orang lain dan menolong orang yang sedang kesulitan:

Pertama, orang yang suka menolong dan membantu orang lain akan diringankan beban dan kesulitannya di hari kiamat nanti.

Kedua, Allah SWT tidak hanya memudahkan urusannya di hari akhirat kelak, tapi urusan dan kesulitannya di dunia juga dipermudah.

Sebab itu, seringlah membantu orang lain dan menolong orang yang sedang kesusahan. Selain memperkuat ikatan persaudaraan, sifat tolong menolong juga disukai Allah SWT dan diberi ganjaran berupa kemudahan.