Banyak Tanda dan Pengumuman Berbahasa Indonesia di Sekitar Masjid Nabawi, Kemenag: Sangat Membantu Jemaah Haji

Banyak Tanda dan Pengumuman Berbahasa Indonesia di Sekitar Masjid Nabawi, Kemenag: Sangat Membantu Jemaah Haji

Bukan hanya di Masjid Nabawi, beberapa tempat umum dan tempat ziarah di Madinah juga telah dipenuhi berbagai tanda dan pemberitahuan berbahasa Indonesia.

Banyak Tanda dan Pengumuman Berbahasa Indonesia di Sekitar Masjid Nabawi, Kemenag: Sangat Membantu Jemaah Haji

Islami.co (Haji 2024) – Jemaah haji asal Indonesia tak perlu khawatir saat berada di Masjid Nabawi dan tempat-tempat penting lain di Saudi, pasalnya banyak papan tanda di sekitar tempat tersebut yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Berdasarkan pantauan anggota Media Center Haji, papan tanda yang disediakan oleh pengelola Masjid Nabawi tersebar di berbagai area, mulai dari penunjuk arah, hingga himbauan yang ditempel di samping makam Baqi, baik yang tertulis di papan hingga di layar LED.

Bu Ratih, seorang jemaah haji asal Indonesia kami jumpai di Nabawi mengaku cukup terbantu dengan adanya papan berbahasa Indonesia yang ada di masjid Nabawi.

“Cukup terbantu, ya, khususnya bagi jemaah seperti kami,” ujar Mbah Ratih.

Bukan hanya di Masjid Nabawi, beberapa tempat umum dan tempat ziarah di Madinah juga telah dipenuhi berbagai tanda dan pemberitahuan berbahasa Indonesia. Di Jabal Uhud misalnya, beberapa pengumuman sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Bahkan, saat kami berkunjung ke kantor pengelola makam Syuhada Uhud, kami diajak menonton video yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah juga bisa ditemukan pesan-pesan berbahasa Indonesia tersebut. Di terminal fast track misalnya, ada himbauan berbahasa Indonesia terkait hal yang perlu dilakukan saat sampai di area pemeriksaan X-ray. Selain itu di Ground terminal ada satu papan besar berbahasa Indonesia yang menyambut jemaah haji saat akan keluar dari terminal kedatangan.

“Suatu kehormatan bagi kami dapat melayani Anda di kota Suci Madinah.”

Salah satu penyebab adanya berbagai papan tanda atau himbauan berbahasa Indonesia ini adalah komitmen pihak otoritas Kerajaan Saudi dalam menguatkan pelayanan untuk para jemaah haji dan umrah, khususnya dari Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI Akhmad Fauzin.

“Itu adalah bagian dari bahwa pemerintah Arab Saudi terbuka dan semakin berkomitmen memberikan layanan kepada para tamu Allah, baik haji maupun umrah tetutama dari Indonesia,” tutur Akhmad Fauzin (29/05).

Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin
Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kementerian Agama Akhmad Fauzin

Selain itu, penyebab diterjemahkannya beberapa papan tersebut, menurut Fauzin, juga tidak terlepas dari banyaknya jemaah, baik umrah maupun haji dari Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI, Jumlah jemaah umrah pada tahun 2023 mencapai 1,5 juta. Angka tersebut belum ditambah jumlah jemaah haji pada tahun 2024 ini yang telah menembus rekor jumlah jemaah sepanjang masa dari Indonesia, yaitu 241.000 jemaah.

Selain itu, pemuatan bahasa Indonesia ini merupakan tanda hubungan baik antara dua negara, yaitu Indonesia dan Arab Saudi.

“Di sisi lain, ini adalah salah satu bentuk hubungan diplomatik yang didorong oleh Gus Men, bahwa masyarakat muslim Indonesia adalah pengirim terbesar jumlah jemaah haji dan umrah. Tiap tahun umrah lebih dari satu juta orang dan kuota haji kita 200 ribu lebih, bahkan tahun ini 241.000,” tambahnya.

Fauzin juga menambahkan bahwa penerjemahan berbagai tanda di Nabawi dan beberapa tempat umum di Saudi ke bahasa Indonesia sangat efektif dan bermanfaat, khususnya bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

“Sangat efektif dan membantu,” pungkasnya.