Tentang Zakir Naik

Tentang Zakir Naik

Setiap zaman meminta jenis, gaya dan mazhab pemikirannya sendiri. Li kulli zamanin mazhabuhu al-khass. لكل زمان مذهبه الخاص .

Di era politik identitas yg menjadi gejala global sekarang, gaya pemikiran seperti Zakir Naik memang paling laku dan laris manis. Sebab gaya pemikiran ini lebih memberikan dan menjamin “sense of identity”. Anda serang seperti apapun, gaya pemikiran ini akan tetap merajalela. Sebab pasar membutuhkannya. Anda tidak bisa melawan hukum pasar.

Yang bisa kita lakukan adalah mencari dan membangun ceruk pasar lain untuk memasarkan gaya pemikiran yang berbeda.

Read More

Do I sound defeatist?

Gaya pemikiran Zakir Naik bukan hal baru dalam sejarah pemikiran Islam. Di era klasik Islam (kira-kira abad ke-8 hingga abad ke-12), gaya pemikiran polemis ala Zakir Naik ini sangat populer. Ada penjelasan historisnya saat itu. Ekspansi Islam ke wilayah di luar jazirah Arab (seperti kawasan Persia dan Syam yang sangat dipengaruhi warisan peradaban Greko-Roman) mempertemukan umat Islam dengan agama-agama dan mazhab pemikiran lain.

Menghadapi situasi semacam itu, ada kebutuhan yg besar pada umat saat itu untuk corak pemikiran teologis tertentu. Yakni, wacana teologis yang apologetik (الخطابات اللاهوتية الدفاعية). Wacana semacam ini dibutuhkan untuk membela doktrin Islam dari “perceived threat” yg datang dari agama dan mazhab pemikiran lain.

Situasi serupa muncul lagi di abad ke-14, saat Perang Salib berkecamuk, dan melahirkan corak teologi apologetik lain di tangan ulama terkenal, Ibn Taimiyyah (w. 1328) yg menulis kitab khusus untuk mengkritik teologi Kristen: الجواب الصحيح لمن بدل دين المسيح (Al-Jawab al-Sahih Li Man Baddala Din al-Masih [Jawaban yang Rasional atas Mereka yang Mendistorsikan Agama Yesus Kristus]).

Tradisi pemikiran apologetik sangat dalam akarnya di dalam tradisi intelektual Islam sejak awal. Inilah yang menjadi tantangan besar bagi generasi baru sarjana Islam yang hendak membangun corak wacana yang lain, yaitu wacana dialogis-apresiatif (الخطابات الحوارية والتفاهمية).

Sekian.

Baca tulisan Tentang Zakir Naik lain:

Zakir Naik Membunuh Keislaman Muslim

Lembaga Zakir Naik Diduga Biayai Terorisme

Zakir Naik dan Kekuasaan Ego

Memilih Guru Agama dan Persoalan Zakir Naik

Zakir Naik, Ahmed Deedat dan Klaim Kebenaran