Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 47-48: Di Antara Penduduk Neraka Adalah Mereka yang Tidak Percaya Hari Kebangkitan

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 47-48: Di Antara Penduduk Neraka Adalah Mereka yang Tidak Percaya Hari Kebangkitan

Penduduk neraka tidak percaya pada hari kebangkitan semasa hidup di dunia

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 47-48: Di Antara Penduduk Neraka Adalah Mereka yang Tidak Percaya Hari Kebangkitan
Kitab-kitab yang disusun rapi.

Surat al-Waqi’ah ayat 47-48 adalah ayat terakhir yang menjelaskan penyebab manusia menjadi bagian penghuni neraka dan menerima siksa neraka. Sebelumnya, ada dua hal yang menyebabkan manusia menjadi penghuni atau penduduk neraka: hidup berfoya-foya sehingga melupakan kewajiban kepada Allah dan menyekutukan Allah. Pada ayat ini, Allah menjelaskan penyebab manusia menjadi penguni neraka adalah ketidakpercayaan mereka terhadap hari kebangkitan.

Allah SWT berfirman:

وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ () أَوَآبَاؤُنَا الأوَّلُونَ

Wakaanuu yaquuluuna aidzaa mitnaa wakunnaa turaabaw wa’idzaaman ainnaa lamab’uutsuun. Awa aabaaunal awwaluun

Artinya: 

“Dan mereka selalu mengatakan, ‘Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali? Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?” (QS: Al-Waqi’ah ayat 47-48)

Dalam kajian bahasa Arab, kalimat atau kata tanya tidak selalu bertujuan untuk mencari tahu, tetapi bisa juga untuk mempertanyakan dan mengejek kesimpulan seseorang. Kalimat pertanyaan pada ayat di atas bukan maskud untuk mencari tahu, tetapi lebih kepada ejekan. Mereka tidak membutuhkan jawaban, mereka ingin menunjukkan ketika meninggal nanti akan menjadi tulang-belulang dan tidak akan mungkin dibangkitkan lagi.

Calon penghuni neraka adalah orang-orang yang tidak percaya mereka nanti akan dibangkitkan dari alam kubur. Karena mereka tidak percaya hari kebangkitan, mereka juga tidak percaya hari perhitungan amal, hari pembalasan, termasuk surga dan neraka. Alasannya sederhana, mana mungkin orang yang sudah menjadi tanah dan tulang-belulang bisa hidup kembali.

Imam Fakhruddin al-Razi dalam tafsir Mafatihul Gaib menjelaskan bahwa calon penghuni neraka ini menggunakan beberapa tahapan dalam menunjukkan ketidakpercayaan mereka: pertama, mereka menyatakan ketidakmungkinan manusia dibangkitkan setelah kematian; kedua, tidak mungkin tubuh yang sudah menjadi tulang-belulang dibangkitkan kembali; tidak mungkin orang terdahulu dan para leluhur dibangkitkan kembali yang tubuhnya sudah hancur.

Ketidakpercayaan mereka ini nanti akan memperoleh jawaban utuh pada ayat selanjutnya. Di antara jawabannya adalah allah akan membalik logika calon penghuni neraka ini. Logikanya, kalau Allah bisa menciptakan mereka dari setetes sperma, dan itu juga di luar nalar, mengapa mereka tidak percaya bila allah bisa membangkitkan dari alam kubur?

Fakhruddin al-Razi menjelaskan, surat al-Waqi’ah ayat 47-48 dan ayat 45-46 menginformasikan tiga kesalahan atau penyebab utama penduduk neraka di dunia sehingga mereka diazab di akhirat nanti. Tiga penyebab ini penting diketahui agar bisa dihindari. Tiga penyebab itu adalah mereka mengingkari dakwah Rasulullah, karena kesombongan atas nikmat hidup yang diperoleh, mereka menyekutukan Allah, dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan.