Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 93-96

Tafsir Surat Al-Baqarah

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 93-96

Ingatlah saat Allah Ta’ala meminta janji kalian semua, sampai gunung diletakkan di atas kepala kalian. Yang kalimat janji kalian diantaranya berbunyi sebagai berikut: “Berpegang teguhlah pada Firman-Ku yang telah Aku Wahyukan kepada kalian semua dengan sekuat tenaga dan dengarkanlah!.

93. Dan (ingatlah) tatkala Kami mengambil janji kalian, Kami angkat gunung Tsur di atas kalian. Ambillah apa yang telah kami berikan dengan penuh kekuatan, dan dengarkanlah. Mereka menjawab: “Kami mendengar dan kami mengingkarinya.” Dan hati Bani Israil tercampuri patung anak sapi sebab kekufuran mereka. Katakanlah (Muhammad Saw): “Betapa buruknya keimanan kalian yang memerintahkan kalian untuk berbuat seperti itu, kalau benar kalian itu orang yang beriman.

Ingatlah saat Allah Ta’ala meminta janji kalian semua, sampai gunung diletakkan di atas kepala kalian. Yang kalimat janji kalian diantaranya berbunyi sebagai berikut: “Berpegang teguhlah pada Firman-Ku yang telah Aku Wahyukan kepada kalian semua dengan sekuat tenaga dan dengarkanlah!.

Kalian semua Bani Israil menjawab: “Kita semua telah mendengarkannya dan kami semua melanggarnya”. Hati Bani Israil benar-benar tersesat dan sudah tercampur dengan berhala anak kerbau emas. Sebab kekufuran mereka, maka Nabi Muhammad diberi wahyu untuk menyampaikannya kepada Bani Israil, sebagai berikut: “Kalau kalian semua benar mengaku beriman, sedangkan sikap kalian seperti itu. Buruk sekali prilaku kalian, kalau benar kalian itu orang-orang yang beriman.”.

Read More

94. Katakanlah: “Kalau benar Negeri Akhirat itu khusus milik kalian di sisi Allah, bukan untuk manusia lainnya, maka berharaplah kematian kalian, jika kalian itu orang-orang yang benar.”

95. Dan mereka tidak akan pernah mengharapkannya selamanya, sebab apa yang telah diperbuat tangan-tangan mereka. Allah Maha mengetahu terhadap orang-orang yang berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri.

96. Dan kamu (Muhammad Saw) pasti akan menemukan mereka (Bani Israil) itu orang yang paling berharap akan kehidupan, dan (memiliki harapan yang lebih) dari pada orang yang Musyrik (Pollythais). Salah satu dari mereka sangat mengharapkan diberi umur seribu tahun, dan tidak ada sesuatu yang dapat menjauhkannya dari siksa seandainya ia diberi umur panjang. Dan Allah MAha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

Bani Israil bercerita bahwa hanya dirinya yang akan masuk Surga, sedangkan yang lain tidak. Maka Nabi Muhammad Saw. diberi wahyu untuk disampaikan kepada Bani Israil, sebagai berikut: “Kalau kalian benar yang akan masuk Surga, sedangkan yang lainnya tidak. Maka cobalah kalian semua berharap akan kematian kalau memang kalian itu benar.”.

Orang-orang Bani Israil tidak akan mau mengharapkan kematian sebab dosa-dosanya, Allah Ta’ala itu Maha Mengetahui akan orang-orang yang telah berbuat dhalim. Sebenarnya mereka itu lebih mengharapkan kehidupan dibandingkan dengan orang-orang Pollytaisme. Salah seorang dari Bani Israi ada yang berhayal ingin usianya sampai seribu tahun, sebenarnya kalau itu (usia dipanjangkan) bisa terjadi maka tidak akan bisa menjauhkannya dari siksa Allah Ta’ala, Allah Ta’ala itu Maha mengetahui perbuatan orang tersebut.

Diterjemahkan dari Kitab Tafsir Al-Ibriz, karya KH. Bisri Musthafa