Dia Yahudi dan Jadi Pelayan Rasulullah

Dia Yahudi dan Jadi Pelayan Rasulullah

Bagaimana bisa Yahudi jadi pelayan Rasulullah?

Apakah Rasulullah SAW membenci orang Yahudi? Tidak, bahkan Rasulullah SAW menerima orang Yahudi menjadi pelayannya. Wah bagaimana ya kisahnya? Kisah ini dikutip dari suatu Hadis Rasulullah SAW dalam kitab Sahih al-Bukhari. Hadis tersebut tidak diragukan lagi kebenarannya. Karena memiliki jalur perawi Hadis melalui Imam Bukhari.

Sebelumnya kita ingat sedikit yuk beberapa pelayan Rasulullah SAW. Ada yang masih ingat? Pelayan Rasulullah SAW di antaranya yaitu Anas bin Malik, beliau sebagai sekretaris Rasulullah SAW selama 10 tahun. Rabi’ah bin Ka’ab pelayan Rasulullah SAW yang sangat rajin menimbakan air wudhu untuk Rasulullah SAW. Ada lagi pelayan Rasulullah yang senang merapikan sandal Rasulullah SAW, bernama Abdullah bin Mas’ud. Kemudian Abdul Quddus, pelayan Rasulullah SAW dari kalangan Yahudi. Terbesit tidak pertanyaan “mengapa Rasulullah SAW kok mau menerima pelayan Yahudi ya?”

Menurut riwayat, Abdul Quddus adalah pelayan Rasulullah SAW yang dengan senang hati bertugas menyiapkan sisir untuk Rasulullah SAW. Suatu hari, Abdul Quddus diminta dengan paksa oleh kaum Yahudi untuk memunguti rambut rontok Rasulullah SAW. Karena saat itu Abdul Quddus masih belia, ia tanpa pikir panjang melaksanakan perintah orang-orang Yahudi. Namun ternyata, rambut tersebut disalahgunakan oleh kaum Yahudi untuk menyihir Rasulullah SAW. Atas kuasa Allah SWT, sihir tersebut gagal dan tidak mempan menyakiti Rasulullah SAW. Alhamdulillah…

Read More

Lalu, terdengar kabar bahwa Abdul Quddus jatuh sakit. Rasulullah SAW kemudian menjenguknya. Walaupun Abdul Quddus seorang Yahudi, hal tersebut tidak menjadi halangan bagi Rasulullah SAW untuk berbuat baik dan menjenguknya saat sakit. Ketika Rasulullah SAW menjenguk Abdul Quddus yang sedang sakit, Rasulullah SAW duduk di dekat kepala Abdul Quddus, supaya lebih akrab dan menenangkan hati Abdul Quddus. Kemudian, Rasulullah SAW menawarkan “apakah Abdul Quddus mau memeluk Islam?”

Abdul Quddus menatap wajah ayahandanya yang saat itu berada di dekat Rasulullah SAW. Ayah Abdul Quddus kemudian berkata “aku rela jika engkau mengikuti ajaran bapaknya Qasim (Rasulullah SAW)”. Mulai saat itu Abdul Quddus sudah tidak beragama Yahudi lagi, Abdul Quddus menjadi seorang muslim. Sepulang dari menjenguk Abdul Quddus, Rasulullah SAW berdoa “Alhamdulillah, semoga dia (Abdul Quddus) diselamatkan dari api neraka”. Pelayan Rasulullah SAW yang dulunya adalah seorang Yahudi yang berhasil dibujuk kaumnya untuk mengambil rontokan rambut Rasulullah SAW sudah memeluk Islam.

Menurut kalian pesan berhikmah apa yang dapat diambil dari kisah tersebut? Pertama, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk berbuat baik ke semua orang, sekalipun orang tersebut pernah menghina dan melukai kita. Mari kita junjung tinggi perdamaian. Bahkan ada kisah yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW menjenguk orang kafir Quraisy yang sering meludahi Rasulullah SAW saat melewati sebuah lorong,  Rasulullah SAW adalah orang pertama yang menjenguknya saat ia jatuh sakit.

Kedua, niatkan perbuatan baik tersebut karena mengharap ridha Allah SWT, artinya, tidak pilih-pilih saat akan berbuat baik, jangan sampai kita berbuat baik kepada orang yang sudah baik dengan kita saja ya.

Siapa lagi yang akan menerapkan sikap teladan yang diajarkan Rasulullah SAW kalau bukan kita? Dan kapan lagi kita akan memulai meneladani akhlak Rasulullah SAW jika bukan sekarang? Yuk berlomba-lomba dalam kebaikan.