Benarkah Ka’bah Tak Bisa Dilewati Oleh Pesawat?

Para jamaah haji sedang melakukan thawaf

Benarkah Ka’bah Tak Bisa Dilewati Oleh Pesawat?

Seluruh umat Islam di dunia menunaikan ibadah shalat dengan menghadap Ka’bah. Jika tidak menghadap Ka’bah, maka shalatnya pun akan menjadi tidak sah. Dengan demikian, Ka’bah adalah bangunan di tengah-tengah Masjidil Haram yang kemudian menjadi patokan umat Islam dalam beribadah kepada Allah. Oleh sebab itulah, Ka’bah menjadi salah satu tempat suci bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Setiap tahunnya, Ka’bah yang terletak di kota Mekkah, Saudi Arabia tak pernah sepi untuk dikunjungi oleh umat Islam yang hendak melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Namun uniknya, Ka’bah selalu sepi dari pesawat yang melintas. Jika Anda pernah mengunjungi Ka’bah, pasti anda akan mengamini hal tersebut. Bahwa tidak ada satu pun pesawat pernah melintas di atas Ka’bah saat Anda berkunjung ke sana. Lalu mengapa Ka’bah tak bisa dilintasi oleh satupun pesawat?

Menurut desas-desus rumor yang beredar di kalangan masyarakat, penyebab hal tersebut terjadi adalah karena di atas Ka’bah terdapat sebuah gelombang magnet amat dahsyat yang terpancar dari atas Ka’bah. Gelombang magnet itu pun kemudian yang menyebabkan pesawat tidak bisa melintas tepat di atas Ka’bah. Selain itu, ada pula rumor yang mengatakan bahwa tepat di atas Ka’bah terdapat sebuah ruang hampa yang menyebabkan pesawat tidak bisa melintasi Ka’bah. Benarkah demikian?

Read More

Rupanya, rumor yang beredar di kalangan masyarakat tersebut tidaklah benar. Hal tersebut telah dibantah oleh seorang pilot sekaligus pengamat penerbangan Arab Saudi yang bernama Hasan Al-Ghamidi. Menurut penuturan Ghamidi, sebenarnya rumor-rumor terkait adanya gelombang magnet yang terpancar dari atas Ka’bah beserta adanya ruang hampa di atas Ka’bah tidaklah benar. Sebab yang sesungguhnya terjadi adalah dalam peraturan penerbangan di Arab Saudi, pesawat-pesawat memang tidak diperbolehkan untuk melintas di atas Ka’bah.

Mengapa demikian? Penyebab yang pertama, yaitu untuk melindungi para jamaah haji dan umrah. Larangan tersebut sengaja diterapkan agar tidak mengganggu kekhusyuk’an para jamaah umrah dan haji dalam melaksanakan ibadah di sekitar Ka’bah. Pasalnya, posisi Kota Mekah yang berada di wilayah pegunungan akan menyebabkan suara pesawat memantul. Akibatnya, pantulan suara mesin pesawat yang melintas pun akan menyebabkan efek buruk bagi para jemaah haji dan umrah yang sedang melaksanakan ibadah di sekitar Ka’bah.

Kemudian yang kedua, dalam suatu pesawat kemungkinan besar ada saja penumpang yang non muslim. Dengan begitu, pesawat pun dilarang melintasi Ka’bah agar para penumpang non muslim tidak masuk dan tidak berada di kawasan Ka’bah yang suci. Saat penaklukkan kota Mekah, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam surat An-Naml ayat 91, Allah juga menjelaskan bahwa kota Mekah merupakan kota yang suci. Sebagaimana Allah berfirman, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Naml: 91)

Dengan kesuciannya itulah orang non muslim tidak diperbolehkan untuk memasuki kawasan  Ka’bah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surat At-Taubah ayat 28. Dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini (yaitu tahun penaklukan kota Mekkah).” (QS. At-Taubah: 28)

Demikianlah mengapa Ka’bah tidak bisa dilintasi oleh pesawat terbang karena untuk melindungi para jemaah haji dan umrah dari pantulan suara mesin pesawat yang dapat menganggu kekhusyuk’an ibadah.

Wallahu a’lam.