Alia Khan, Lewat Busana Muslim Melawan Islamfobia

Alia Khan, Lewat Busana Muslim Melawan Islamfobia

Industri busana muslim mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tidak hanya di negara-negara yang mayoritas penduduknya Islam, tetapi beberapa negara dimana prosentase penduduk muslim relatif rendah. Saat ini di sejumlah pusat perbelanjaan besar dunia bermunculan toko-toko busana muslim.

Tidak hanya itu saja sejumlah pagelaran busana muslim marak digelar di berbagai negara. Bahkan beberapa brand pakaian terkemuka dunia sudah mulai melirik busana syar’i ini. Muncul juga beberapa desainer muslim yang mendunia. Salah satunya adalah Alia Khan. Namanya tidak hanya kesohor sebagai desain busana muslim tetapi juga pendiri IFCD  atau Islamic Fashion Design Council,  sebuah lembaga ini dikenal fokus pada industri mode khususnya busana muslim.

Alia membangun ICFD tidak hanya berfokus pada perkembangan fesyen saja tetapi juga kegiatan filantropi dan pemberdayaan masyarakat.  Saat ini ICFD telah mempunyai banyak cabang, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di Eropa dan Amerika.

Read More

Alia Khan lahir di Pakistan dan dibesarkan di Amerika Utara tepatnya di Kanada. Perempuan yang pernah mengeyam pendidikan di Islam di Qasid Institute Amman, Yordania ini mendirikan sebuah perusahaan pemasaran dan media di Los Angeles tahun 2000an.  Pada tahun 2005 menetap di Uni Emirat Arab dan mulai terjun di dunia fesyen. “Fesyen selalu menjadi hasrat saya. Ada keunggulan yang saya inginkan dan saya merasa dunia membutuhkan pakaian Islami yang lebih modis untuk wanita seperti saya,” katanya.

Tahun 2012 dengan dukungan pemerintah Dubai Alia  lahirlah IFDC. Organisasi ini berbagai event dan kerjasama dengan peruhaan fesyen dunia. Khan percaya bahwa identitas mode Islam dapat berkembang lebih jauh dan memiliki efek positif melawan kebangkitan Islamofobia.  Apa yang dilakukannya mendapat respon positif. “Ketika saya berbicara di berbagai acara atau konferensi, seperti di Italia, orang-orang mendatangi saya dengan mengatakan, ‘Anda telah mengubah kesan kami tentang wanita Muslim. Kami tidak tahu bahwa identitas itu ada. Itu memicu diskusi yang sehat dan itu akan terjadi lebih banyak lagi, ” ujarnya.

Sikap Khan dalam dunia fesyen tampaknya selaras dengan imannya. Baginya elemen Islam sama pentingnya dengan elemen fesyen. “Ini adalah agama yang bangunannya luar biasa indah dan progresif, tidak merusak, berisi kebaikan dan kasih sayang. Saya memimpikan sebuah industri di mana semua orang mendukung dan mencintai. Saya tahu ini kedengarannya idealis tetapi saya ingin menemukan caranya,” ujarnya.  Baginya, fashion membentuk identitas, yang berbicara dengan bahasanya sendiri dan yang bisa menerjemahkan lintas batas dan menghancurkan hambatan.

Alia Khan pernah dinominasikan sebagai wanita bisnis terbaik tahun ini oleh CEO Magazine dan Entrepreneur of the Year oleh Gulf Business News. Ia juga pernah masuk dalam daftar DXB 100, terdaftar sebagai 50 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Arab.