Tafsir Surat Yusuf Ayat 11-12: Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf oleh Saudaranya

Tafsir Surat Yusuf Ayat 11-12: Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf oleh Saudaranya

Tafsir Surat Yusuf Ayat 11-12: Rencana Pembunuhan Nabi Yusuf oleh Saudaranya

Rasa iri dan dengki yang sudah tertanam lama dalam diri saudara-saudara Nabi Yusuf, mendorong mereka melakukan berbagai hal yang amat licik. Di antaranya menipu sang ayah; Nabi Ya’qub agar memberi izin membawa Nabi Yusuf bersama mereka, dan menjadikan diri mereka sendiri sebagai jaminan atas keselamatan Nabi Yusuf.

Untuk melancarkan rencana melenyapkan Nabi Yusuf dari hadapan ayahnya, sepuluh saudara Nabi Yusuf membujuk sang ayah agar mengizinkan mereka bepergian bersama Nabi Yusuf. Mereka tahu bahwa usaha mereka itu takkan mudah. Maka mereka menjanjikan sesuatu kepada sang ayah sehingga membuat hatinya luluh dan mengizinkan Nabi Yusuf dibawa pergi dari sisinya.

Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 11-12:

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ () أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 Qaaluu yaa abaanaa maa laka laa takmanunnaa ‘alaa yuusufa wainnaa lahu lanaashihuun. Arsilhu ma’anaa ghadan yarta’ wa yal’ab wa innaa lahu lahaafidhuun.

 Artinya:

 “Mereka berkata, ‘Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya.'” (QS: Yusuf ayat 11-12)

Ketika Saudara Nabi Yusuf Merayu Sang Ayah

Imam al-Razi dalam tafsirnya menjelaskan, ayat 11-12 menunjukkan bagaimana Nabi Ya’qub amat khawatir bila kesepuluh saudara Nabi Yusuf berbuat yang tidak-tidak kepada Nabi Yusuf. Keadaan ini bisa dilihat oleh kesepuluh orang tersebut sehingga mereka memperlihatkan bahwa diri mereka sungguh-sungguh ingin berbuat baik kepada Nabi Yusuf.

Perbuatan baik yang mereka janjikan kepada sang ayah adalah, mengajak Nabi Yusuf bersenang-senang dan bermain-main. Perlulah diingat bahwa para ahli tafsir menjelaskan, tatkala Nabi Yusuf hendak dibunuh oleh kesepuluh saudaranya, ia masih berusia amat muda. Bahkan ada yang menyatakan ia masih belum baligh.

Oleh karena itu, mengingat mengajak bermain Nabi Yusuf akan membuat hati Nabi Yusuf bahagia, sang ayah pun mengizinkan. Nabi Yusuf berhasil diajak menjauh dari sang ayah oleh saudara-saudaranya. Imam al-Razi menjelaskan bahwa kebiasaan mereka adalah pergi mengembala. Nabi Yusuf pun diajak mengembala oleh saudaranya. Tak lupa mereka berjanji kepada Nabi Ya’qub untuk menjaga Nabi Yusuf. Sebuah janji yang kemudian mereka khianati dengan usaha membunuh Nabi Yusuf.

Bacaan Isymam pada Ayat 11

Surat Yusuf ayat 11 memuat bacaan tajwid yang barangkali cukup jarang didengar oleh para pembaca Al-Qur’an di Indonesia. Hal ini dikarenakan bacaan tersebut jarang ditemukan di dalam Al-Qur’an sehingga jarang disinggung dalam pembelajaran tajwid, sehingga menyebabkan banyak para pembacanya mengabaikan bacaan tersebut meski sudah banyak penerbit Al-Qur’an memberi tanda akan keberadaan bacaan tersebut.

Bacaan tersebut dinamai bacaan Isymam dan letaknya ada pada lafadz  لَا تَأْمَنَّا . pembaca yang belum mengerti bacaan isymam akan membaca lafad tersebut dengan ucapan laa takmanna. Padahal yang tepat adalah laa takman-unna. Yaitu setelah membaca mim yang bertemu nun mati, tidak lantas berdengung dan lanjut pada nun hidup panjang, tapi berdengung disertai bibir mengerucut (jawa: mencucu) seakan bersiap mengucapkan harakat dhammah, baru kemudian berlanjut pada nun hidup panjang.

Bacaan Isymam adalah salah satu bacaan dalam Al-Qur’an yang cukup sering tidak dimengerti dan dipraktekkan oleh banyak umat muslim, disebabkan jarang ditemukan dalam Al-Qur’an. Hal ini berbeda dengan bacaan seperti Idzhar, Idghom maupun Ikhfa’ atau Iqlab. Bacaan lain yang mengalami hal sama sebagaimana Isymam adalah bacaan Imalah.