Setelah Shalat Shubuh Hingga Matahari Terbit Dianjurkan Baca Doa Ini

Setelah Shalat Shubuh Hingga Matahari Terbit Dianjurkan Baca Doa Ini

Setelah subuh, biasanya sebagaian dari kita sudah mulai bersiap-siap untuk berangkat menuju tempat kerja. Sedangkan, bagi orang-orang yang memiliki jam kerja di jam siang lebih memilih untuk kembali ke rumah, dan melanjutkan tidurnya.

Imam al-Ghazali dalam kitab Bidayatul Hidayah menyebutkan, bagi orang-orang yang tidak terburu-buru berangkat ke tempat kerja, dianjurkan untuk beriitikaf dan berdzikir terlebih dahulu di masjid hingga terbit matahari. Nah, sebelum melakukan i’tikaf tersebut, dianjurkan untuk membaca doa berikut:

َّاَللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ لَا أَسْتَطِيْعُ دَفْعَ مَا أَكْرَهُ، وَلاَ أَمْلِكُ نَفْعَ مَا أَرْجُوْ، وَأَصْبَحَ الْأَمْرَ بِيَدِكَ لَا بِيَدِ غَيْرِكَ، وَأَصْبَحْتُ مُرْتًهِنًا بِعَمَلِي؛ فَلَا فَقِيْرَ أَفْقَرُ مِنِّي إِلَيْكَ، وَلَا غَنِى َّأَغْنَى مِنْكَ عَنِّي، اَللَّهُمَّ لَا تَشْمِتْ بِيَ عَدُوِى، وَلَا تَسُؤْ بِيَ صَدِيْقِيْ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتِيْ فِي دِيْنِي، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّي وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِيْ، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَي بِذَنْبِيْ مَنْ لَا يَرْحَمُنِي

Read More

Allahumma inni asbahtu la astathi’u daf’a maa akrahu, wa laa amliku naf’a maa arju. Wa asbahal amra bi yadika la bi yadi ghairika. Wa asbahtu murtahinan bi amali. Fa laa faqiira afqaru minni ilaika. Wa laa ghaniyya aghna minka anny. Allahumma la tasymit biya aduwi. Wa laa tasu’ biya shadiqi. Wa laa taj’al mushibati fi dini. Wa la taj’alid dunya akbara hammi. Wa laa mablagha ilmy. Wa la tusallith alayya bi dzanby man la yarhamuni.

(Ya Allah, sesungguhnya aku di pagi hari ini, tidak bisa menolak apa yang aku benci. Dan juga tidak bisa memiliki manfaat atas sesuatu yang aku harapkan. Semua yang terjadi di pagi hari ini atas kuasa-Mu, bukan atas kuasa selain-Mu. Sedangkan aku menjalani pagi ini sebagai orang yang tergadai amalku. Tidak ada yang lebih butuh kepadamu daripada aku. Dan tidak ada yang lebih kaya dari ku kecuali Engkau. Ya Allah jangan engkau menjadikan musuhku gembira atas bencana yang menimpaku. Dan juga jangan engkau jadikan sahabatku menjelekkanku. Serta jangan berikan musibahku dalam agamaku. Dan jangan jadikan dunya sebagai keinginan terbesarku dan tujuan ilmuku. Dan jangan jadikan orang-orang yang tidak mengampuniku sebagai dosa yang menguasaiku.)