Selamat datang, Idul Fitri…

Selamat datang, Idul Fitri…

Idul Fitri telah tiba, mari kita sambut dengan hati yang gembira.

Selamat datang, Idul Fitri…
Yang harus diperhatikan dalam keputusan keagamaan adalah, bagaimana keputusan memiliki efek atau tidak ke masyarakat bawah. Source: NDTV.com
Rasulullah saw. bersabda :
اذا كان يوم عيد الفطر وقفت الملائكة على ابواب الطرق فنادوا : اغدوا يامعشر المسلمين الى رب كريم يمن  بالخير ثم يثيب عليه الجزيل لقد أمرتم بقيام الليل فقمتم وامرتم بصيام النهار فصمتم واطعتم ربكم فاقبضوا جوائزكم فاذا صلوا نادى مناد : الا إن ربكم قد غفر لكم فارجعوا راشدين الى رحالكم (رواه الطبرانى فى الكبير).
“Bila pagi Idul Fitri tiba, para Malaikat berbaris di pintu-pintu jalan sambil menyerukan : “Wahai orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan, segeralah berangkat kepada Tuhanmu Yang Maha Mulia. Dia akan menganugerahimu  kebaikan dan memberimu pahala yang besar. Kamu telah diperintahkan beribadah malam, lalu kamu laksanakan. Kamu diperintahkan berpuasa siang hari, lalu kamu kerjakan. Kamu telah memenuhi seruan Tuhanmu. Maka terimalah pialamu.
Kemudian apabila mereka selesai shalat, Malaikat berseru lagi : Ketahuilah bahwa Tuhanmu telah mengampuni dosa-dosamu. Maka kembalilah ke perjalanan hidup kalian selanjutnya sebagai orang-orang yang memperoleh petunjuk (HR. Thabrani dalam al Kabir).
Hadits di atas dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang yang telah menjalankan ibadah puasa dengan keimanan yang penuh dan hanya mengharapkan ridha Allah serta menjalankan amal-amalan yang baik, mendapatkan ampunan dan penghargaan dari-Nya. Dalam hadits yang sangat terkenal disebutkan :
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه الشيخان
“Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap Ridha Allah, dosanya diampuni”.
Hadits lain menyebutkan :
فمن صامه وقامه إيماناً واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه» (رواه النسائي)
“siapa saja yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka dia akan keluar seperti rang yang baru dilahirkan ibunya”.
Ini berarti orang tersebut kembali kepada fitrahnya. Inilah mengapa hari raya sesudah puasa disebut sebagai Idul Fitri, yang artinya kembali kepada fitrahnya atau kembali kepada kesuciannya, sebagaimana suci bayi.
Kita berharap mudah-mudahan semua ibadah kita selama satu bulan itu diterima dan dicatat oleh Allah swt sebagai amal saleh dan ikhlas semata-mata karena Allah.
Maka sudah selayaknya kita menyampaikan puji dan syukur ke hadirat Allah swt atas segala anugerah-Nya dengan memperbanyak membaca takbir dan tahmid. Ini juga diperintahkan oleh Allah : Dan hendaklah kamu menyempurnakan bilangannya (puasa) dan bertakbir atas hidayah-Nya dan supaya kamu bersyukur kepada-Nya”.
Allahu Akbar x 3  Walillahilhamd