Kata Mahfud MD, Corona itu Istri. Ia Tidak Tahu 5 Peran Perempuan dalam Menekan Laju Virus ini

Kata Mahfud MD, Corona itu Istri. Ia Tidak Tahu 5 Peran Perempuan dalam Menekan Laju Virus ini

Paling tidak, ada 5 peran penting perempuan dalam menekan laju covid-19

Kata Mahfud MD, Corona itu Istri. Ia Tidak Tahu 5 Peran Perempuan dalam Menekan Laju Virus ini
Mahfud MD menggalah, bukan gagal sebagai cawapres. Demi hal yang lebih besar: Bangsa

Kasus Covid-19 di Indonesia, bahkan di dunia belum juga berakhir. Membuat pemerintah berusaha mengambil jalan “berdamai dengan Corona.Di tengah upaya sosialisasi new normal, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD justru mengutip guyonan dari Luhut Panjaitan yang menganalogikan Corona dengan istri.

“Corona itu seperti istrimu, ketika kamu mau mengawininya, kamu berpikir bisa menaklukkan dia. Tapi sesudah menjadi istrimu, kamu tidak bisa menaklukkan istrimu. Sesudah itu. Then you learn to live with it,” demikian ujar Mahfud MD, melansir Tirto.id.

Pernyataan Mahfud MD sontak menjadi sorotan publik, termasuk Komnas Perempuan. Ungkapannya dinilai patriarkis karena mengobjektifikasi perempuan, seolah-olah perempuan harus selalu ditaklukkan seperti manusia yang sedang berupaya menaklukkan virus Corona.

Padahal kita semua tentu sadar, bahwa yang sedang berjibaku menekan laju Covid-19 bukan hanya laki-laki, tapi juga perempuan. Baik yang bertugas di sektor umum maupun domestik.

Sedikitnya ada lima peran penting yang diambil perempuan dalam menekan laju Covid-19 di Indonesia, yaitu:

Tenaga medis

Berdasarkan data berjudul “Gender Equity in the Health Workface: Analysis of 104 Countries” yang dirilis World Health Organitation (WHO) pada Maret 2019, disebutkan bahwa sekitar 67% tenaga medis di 104 negara adalah perempuan.

Akan tetapi ada perbedaan persebaran pekerjaan, mayoritas tenaga medis laki-laki berprofesi sebagai dokter, dokter gigi dan apoteker. Sedangkan kebanyakan tenaga kesehatan perempuan adalah perawat dan bidan.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, 71% perawat di Indonesia merupakan perempuan, sementara perawat pria hanya sekitar 29%. Artinya, tenaga medis perempuan mengambil peran cukup besar dalam menangani pandemi Covid-19.

Puluhan dokter dan perawat di Indonesia bahkan gugur karena ikut tertular virus ini saat menangani pasien. International Council of Nurses mencatat, hingga 5 Mei 2020, lebih dari 90.000 tenaga kesehatan di dunia terinfeksi Covid-19, dan lebih dari 260 perawat meninggal karena pandemi corona ini.

Pemimpin

Para pemimpin perempuan di dunia turut mengambil peran penting dalam menekan laju Covid-19 melalui cara memimpin yang baik dan tegas.

Di Jerman ada Angela Merkel, Kanselir yang dengan kemampuan public speakingnya mampu menyampaikan kebijakan lockdown dengan tenang dan detail. Akhirnya, lebih dari 70% warga Jerman setuju atas keputusan tersebut, karena mendapatkan penjelasan yang masuk akal dan mudah dipahami.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern juga dianggap berhasil menekan laju Covid-19. Ia dengan cepat memberlakukan karantina wilayah saat angka positif Corona memasuki angka 150 dan belum ada kasus kematian.

Kemampuannya dalam menyampaikan informasi dan berkomunikasi membuat masyarakat mudah tergerak dan menuruti berbagai kebijakan pemerintah. The Atlantic, sebuah majalah di Amerika Serikat bahkan memuat artikel berjudul “New Zealand’s Prime Minister May Be the Most Effective Leader on the Planet.”

Ada pula Katrín Jakobsdóttir, Perdana Menteri Islandia yang menyediakan tes virus Corona secara gratis. Juga pemimpin-pemimpin perempuan lainnya dari berbagai penjuru negeri yang mengerahkan seluruh tenaga untuk menghadapi virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China ini.

Di Indonesia, pemimpin perempuan, dari mulai tingkat RT hingga gubernur dan menteri juga berjibaku membantu menangani pandemi Corona. Coba kita ingat bagaimana upaya Anis Hidayah, Ibu RT di perumahan Depok yang begitu lantang melindungi dan menegakkan hak warganya yang menjadi orang pertama terinfeksi Corona di Indonesia.

Di Surabaya, ada Tri Rismaharini yang begitu tegas menangani kasus Corona dengan cara menggencarkan tes. Juga ada Sri Mulyani Indrawati yang berupaya sekuat tenaga menjaga perekonomian Indonesia di tengah pandemi yang melanda.

Penyedia stok alat medis

Peran lain yang dilakukan para perempuan negeri adalah sebagai penyedia stok alat medis. Melansir Antaranews.com, dalam pertemuan “Women Foreign Minister’s Meeting 2020” Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyatakan, 60% UMKM di Indonesia yang memproduksi masker, baju pelindung, dan hand sanitizer dimiliki perempuan.

Karena pandemi Corona, beberapa desainer dan pengusaha perempuan bahkan banting setir memproduksi alat kesehatan. Anne Avantie misalnya, perancang busana kebaya ini rela menghentikan produksi kebayanya dan mengalihkan para karyawan untuk memproduksi baju APD. Bukan untuk meraup keuntungan, melainkan untuk diberikan secara gratis untuk para medis.

Penyedia pangan

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga ekonomi. Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Organisasi Pangan dan Pertanian telah memperingatkan prediksi potensi krisis pangan global di tengah karantina wilayah, pembatasan sosial dan larangan perjalanan.

Para petani perempuan di Indonesia tentu saja ikut andil menyuplai bahan pangan di bumi pertiwi ini.

Pendidik dan Ibu rumah tangga

Baiti jannati, demikian ungkapan populer berkata. Di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat dianjurkan untuk menghindari kerumunan dan berdiam diri di rumah. Rumah bisa jadi tempat teraman saat ini, dan rumah seharusnya menjadi lokasi yang nyaman untuk berlindung.

Allah Swt berfirman

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.  (QS. Ar-Ruum: 21)

Maka jangan sepelekan tugas ibu rumah tangga, sebab merekalah tombak pengendali rumah agar bisa jadi surga bagi penghuninya, mereka lah yang senantiasa menjaga kenyamanan dan ketahanan pangan keluarga.

Perempuan sebagai ibu rumah tangga bisa mengatur dan mengombinasikan gizi dan makanan sehat untuk keluarga, memastikan lingkungan rumah tetap bersih agar nyaman digunakan bekerja, mengajarkan anak-anak belajar di rumah, juga mencari kegiatan baru agar anggota keluarga tak merasa bosan di rumah.

Demikianlah, ada begitu banyak peran yang dipegang perempuan untuk menekan laju Covid-19. Dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pandemi Corona ini bisa segera bisa ditangani.

 

*Analisis ini kerjasama antara Islami.co & Rumah KitaB*