Ketika Rasulullah SAW Memamerkan Imam Ghazali kepada Dua Nabi

Ketika Rasulullah SAW Memamerkan Imam Ghazali kepada Dua Nabi

Ketika Rasulullah SAW Memamerkan Imam Ghazali kepada Dua Nabi

 

Rasulullah memamerkan Imam Ghazali dihadapan dua Nabi yaitu Nabi Musa As. Dan Nabi Isa As. Hal ini dikisahkan oleh Imam Abu Hasan Asy Sadzili dalam mimpinya. In adalah satu kisah karomah Imam Ghazali yang dikenal sebagai Hujjatul Islam.

Dalam tidurnya Imam Abu Hasan Asy Syadzili bermimpi ketemu Rasulullah SAW. dalam mimpinya Rasulullah SAW tidak sendirian tetapi dengan Nabi Musa As. Dan Nabi Isa As. Selain itu ada juga Imam Ghazali. Dalam bunga tidurnya itu Imam Abu Hasan Asy Syadzili melihat Rasulullah SAW sedang memamerkan Imam Ghazali dihadapan dua Nabi itu.

Nabi Muhammad berkata,”Apakah ada di antara umat kalian berdua ada orang alim seperti al Ghazali ini?”

“Tidak ada umat kami, seorang alim seperti Al Ghazali ini?” ungkap keduanya.

Kisah tersebut dituturkan oleh  Ibnu As Subuki yang mendapatkan kisah tersebut dari Abu Hasan Asy Syadzili pendiri Tarekat Syadziliyah. Kisah ini dikutip dari buku Kisah-Kisah Ajaib Imam Al Ghazali.

Imam Ghazali bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i. Beliau lahir di Thus Iran pada tahun  1058 / 450 H dan meninggal di tempat yang sama pada ; 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H.

Beliau dikenal sebagai seorang filsuf dan teolog muslim Persia.  Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan peradaban Islam dan dunia.

Imam Ghazali pernah memegang jabatan tinggi di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad. Selain itu kitabnya sampai saat ini masih dipakai oleh kalangan umat Islam. Bahkan menjadi bacaan bagi para santri.

Karya monumentalnya Ihya Ulumuddin masih menjadi pegangan banyak ulama sama sekarang. Banyak ulama setelahnya mengagumi sosok Imam Ghazali ini. Salah satunya adalah mufasir masyhur Ibnu Katsir. “ Al Ghazali adalah ulama paling cerdas di segala bidang keilmuan dan pimpinan para pemuda,” kata Ibnu Katsir.