Pertama dalam Sejarah di Amerika: 68 Muslim Memenangkan Pemilu di 28 Negara Bagian

Pertama dalam Sejarah di Amerika: 68 Muslim Memenangkan Pemilu di 28 Negara Bagian

Pemilu di Amerika serikat baru rampung dan menghasilkan banyak sekali senator dari muslim. Jadi rekor dalam sejarah pemilhan umum di negeri digdaya itu

Pertama dalam Sejarah di Amerika: 68 Muslim Memenangkan Pemilu di 28 Negara Bagian

Pemilihan Umum (Pemilu) Amerika baru saja selesai. Ada hal menarik dalam pemilu di negeri Paman Sam tahun 2020 ini. Setidaknya ada 170 kandidat Muslim mengikuti pemilihan dan mencalonkan diri di 28 negara bagian dan Washington DC. Dari 170 kandidat Muslim Amerika yang mencalonkan diri setidaknya 62 memenangkan pemilihan mereka. Ini menjadi rekor tertinggi selama berlangsungnya pemilu di AS.

Hal itu berdasarkan laporan dari Council on American-Islamic Relations (CAIR), Jetpac, dan MPower Change. Menurut laporan tersebut, tingkat pendaftaran pemilih yang tinggi dan dan pengorganisasian suara oleh kelompok-kelompok yang dipimpin Muslim dan pejabat terpilih pada tahun 2020 mencerminkan peningkatan tersebut.

Dari 170 kandidat yang mencalonkan diri, setidaknya 62 memenangkan pemilihan. Kenyataan ini menjadi rekor tertinggi setelah pada 2018 hanya ada 57 kandidat terpilih untuk menjabat. Disebutkan bahwa ada 23 Muslim memenangkan kursi di badan legislatif negara bagian mereka. Ini menjadi rekor tertinggi juga dalam sejarah partisipasi politik kaum Muslim di Amerika.

Dam laporan pendahuluannya disebutkan peningkatan jumlah Muslim yang mencalonkan diri dan menang meski hanya mewakili sebagian kecil dari seluruh populasi Amerika.

“Muslim Amerika merayakan pemilihan anggota komunitas kami di seluruh negeri ini – dari dewan sekolah hingga aula Kongres,” kata Linda Sarsour, pendiri MPower Change seperti dikutip laman middleasteye.net.

Sementara itu Nihad Awad, direktur eksekutif CAIR, mencatat bahwa banyak kandidat berhasil karena mereka membangun kampanye akar rumput yang terdiri dari beragam koalisi yang memperjuangkan hak-hak sipil dan kebebasan Muslim Amerika dapat ditegakkan dan dilindungi.

“Sekarang setelah pemilu usai, kita semua perlu bekerja untuk merumuskan kebijakan publik yang mempromosikan kebebasan dan keadilan,” ungkap Nihad seperti di kutip laman middleeasteye.net.

Pemilu AS tahun ini juga mencatat bahwa umat ​​Muslim memberikan suaranya mencapai rekor tertinggi. Dalam catatan CAIR ada lebih dari satu juta orang memberikan suara mereka pada pemilihan tahun ini.

Dalam beberapa kesempatan, pemilu di Amerika tahun ini memang dianggap lebih baik setelah empat tahun sebelumnya menghasilkan pemimpin seperti Donald Trump. Muslim di Amerika, di masa-masa Trump banyak sekali mengalami perisakan dan bully. Hasil riset ini membuktikan muslim di Amerika bangkit dan menggunakan demokrasi sebagai alat perlawanan yang efektif.