Kisah Rasulullah SAW Mengajari Ali bin Abi Thalib Tata Cara Salam yang Benar

Kisah Rasulullah SAW Mengajari Ali bin Abi Thalib Tata Cara Salam yang Benar

Ali bin Abi Thalib secara tidak langsung belajar dari Rasulullah SAW tentang tata cara salam yang benar.

Kisah Rasulullah SAW Mengajari Ali bin Abi Thalib Tata Cara Salam yang Benar

Bagaimana tata cara salam yang benar? Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah diajari oleh Rasulullah SAW mengucapkan salam dengan benar walaupun tidak secara langsung. Quraish Shihab menjelaskan dalam bukunya “Doa Harian yang Dianjurkan para Nabi dan Orang Saleh”.

Suatu hari, Rasulullah SAW bersama para sahabatnya sedang duduk-duduk bersama para sahabatnya yang lain. Saat itu Ali bin Abi Thalib belum bergabung bersama mereka karena ada sesuatu lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Saat Ali bin Abi Thalib datang dan menyaksikan Rasulullah SAW masih berbicara bersama para sahabatnya, Ali kemudian mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW, juga para sahabat lain.

Assalamualaikum.¬†(Semoga keselamatan selalu tercurahkan kepada kalian),” ucap ayah si kembar, Hasan dan Husein, ini.

Mendengar salam dari menantunya tersebut, Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Waalaikumsalam warahmatullah¬†(semoga keselamatan dan rahmat Allah juga selalu tercurah kepadamu).

Ali kaget mendengar jawaban Rasulullah yang agak berbeda dengan salamnya tersebut. Ali pun mengulang salamnya dan menambahkan jawaban Rasulullah SAW tadi yang tidak ia sisipkan dalam salamnya.

Assalamualaikum Warahmatullah, (Semoga keselamatan dan rahmat Allah selalu tercurahlimpahkan kepadamu),” ucap Ali kembali.

Rasul pun menjawab, “Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, (Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan selalu tercurahlimpahkan kepadamu), tiga puluh untukku dan dua puluh untukmu.”

Ali pun mengulang kembali salamnya, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan selalu tercurahlimpahkan kepadamu).”

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, (Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan selalu tercurahlimpahkan kepadamu), tiga puluh untukku dan tiga puluh untukmu, aku dan kamu sama (dalam mendapat pahala).”

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dalam tata cara salam, menjawab salam harus lebih baik daripada yang ucapan yang memberi salam, minimal dengan jawaban yang setara. (AN)
wallahu a’lam.