Kisah Hikmah, Firasat 40 Hari Menjelang Kematian

Kisah Hikmah, Firasat 40 Hari Menjelang Kematian

Ini kisah unik ihwal mengingat kematian dari seorang raja dan istrinya

Kisah Hikmah, Firasat 40 Hari Menjelang Kematian

Ada kisah unik dalam bab al-Hatsu ala Dzikri al-Mauti –anjuran mengingat kematian, kitab Al-Fawaid al Mukhtaroh li Saliki Thariqil Akhiroh, yang berisi hikmah ucapan Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. Kisah unik ini bercerita tentang pasangan suami istri yang tak kunjung dikaruniai buah hati. Tentunya kisah ini masih ada sangkut-pautnya dengan mengingat kematian. Kisahnya begini;

Alkisah, ada seorang raja yang sangat mencintai istrinya, kehidupan pasangan raja dan ratu ini pun sangat harmonis dan bahagia. Namun kebahagian pasangan ini terasa kurang lengkap, karena pasangan ini belum dikaruniai buah hati. Berbagai macam pengobatan telah dijalani keduanya, namun keduanya tak kunjung dikaruniai buah hati.

Singkat cerita, sang raja mendapat informasi bahwa di suatu tempat ada tabib terkenal dan pengobatannya pun masyhur akan kemujarabannya. Berangkatlah keduanya kepada tabib masyhur itu. Sesampainya di tempat sang tabib keduanya pun langsung berkonsultasi.

Lalu sang tabib pun meminta kepada sang raja agar dia menunggu istrinya di luar saja. Lalu berkatalah sang tabib kepada istri sang raja,

 “Setelah aku amati, sepertinya ajalmu tidak lama lagi, dan kabar buruknya lagi ajalmu akan datang 40 hari lagi. Waktu sependek itu tak cukup bagi wanita untuk hamil,” terang sang tabib menjelaskan.

Setelah mendapatkan penjelasan sang tabib, sang raja dan istrinya pun pulang. Namun, sang istri tak memberi tahu kepada raja ihwal apa yang dikatakan sang tabib.

Hari-hari penuh ketakutan pun dilalui sang istri, ia tetap belum cerita kepada raja ihwal perkataan sang tabib. Nafsu makan sang istri pun menurun. Setiap hidangan yang disajikan kepadanya jarang sekali ia makan. Ia terngiang-ngiang ajalnya yang tak lama lagi akan menjemputnya. Kini fisik istri sang raja pun menjadi kurus drastis.

Singkat cerita,  sudah mendekati 40 hari sejak mereka konsultasi kepada sang tabib. Sang raja yang merasa aneh dengan sikap istrinya lalu menanyakan ihwal perubahan sikapnya akhir-akhir ini, hingga membuat fisiknya mengurus.

Sang istri lalu menceritakan ihwal penyebab perubahan sikapnya akhir-akhir ini, ia menceritakan semua yang dikatakan oleh sang tabib. Akhirnya sang raja pun mengetahui sebab perubahan sikap istrinya itu. Singkat cerita, tibalah 40 hari itu, namun tak sesuatu pun terjadi pada sang istri. Ia tetap hidup sebagaimana biasanya. 40 hari telah berlalu dan semuanya baik-baik saja.

Pasangan suami istri ini pun penasaran, apa maksud sang tabib mengatakan ajal sang istri yang tinggal 40 hari lagi, namun nyatanya tak terjadi apa-apa pada sang istri. Penasaran dengan hal itu akhirnya sang suami mengunjungi sang tabib untuk yang kedua kalinya. Sampailah sang suami di tempat sang tabib.

“Wahai tabib, 40 hari telah berlalu, namun tak terjadi apa-apa pada istriku. Apa maksud perkataanmu dahulu, bahwa ajal istriku akan datang dalam 40 hari?” Tanya sang suami penasaran.

“Wahai raja, ajalku saja aku tak tahu, bagaimana aku mengetahui ajal orang lain? Itu hanya caraku mengobati istrimu, karena istrimu terlalu banyak makan yang enak-enak sehingga ia menjadi gemuk dan mulut rahimnya tertutupi lemak. Maka cara yang cepat agar membuat dia kurus adalah membuat ia selalu ingat kematian. Ini lah alasanku mengatakan ajalnya akan datang dalam 40 hari” Jawab sang tabib.

“Nah, sekarang istrimu telah kurus, penghalang kehamilannya pun telah hilang. Segera gauli istrimu, insyaAllah istrimu akan diberi kehamilan” Imbuh sang tabib.

Sang raja pun terperanga dengan penjelasan sang tabib, dan cepat-cepat pulang untuk memberi tahu istrinya akan kabar gembira itu.

Wallahu A’lam.