Kemenag Minta KBIH Edukasi Jamaah Terkait Murur di Muzdalifah

Kemenag Minta KBIH Edukasi Jamaah Terkait Murur di Muzdalifah

Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kementerian Agama Arsyad Hidayat meminta KBIHU untuk mengedukasi para jemaah terkait skema murur (melintas) di Muzdalifah yang mulai diberlakukan tahun ini.

Kemenag Minta KBIH Edukasi Jamaah Terkait Murur di Muzdalifah

Islami.co, (Haji 2024) – Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kementerian Agama Arsyad Hidayat meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengedukasi para jemaah terkait skema murur (melintas) di Muzdalifah yang mulai diberlakukan tahun ini.

Hal ini ia sampaikan saat bersilaturrahmi dengan para pimpinan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) di Masjid Hotel 602, Jarwal, Makkah, Sabtu (8/6/2024).

Dalam forum silaturtahim ini, ia juga melakukan sosialisasi rencana dan skema penyelengaraan ibadah haji tahun ini, khususnya terkait murur di Muzdalifah pada saat Puncak Haji 2024. Rangkaian ibadah di Armuzna tahun ini akan dimulai sejak 15 Juni 2024 atau 9 Dzulhijjah 1444 H.

Arsyad menjelaskan, kebijakan murur ini diambil dalam rangka menjaga dan menyelamatkan jiwa seluruh jamaah haji Indonesia serta kemaslahatan bersama.

“Mengingat, kalau kebijakan ini tidak dipilih, maka pasti akan terjadi kepadatan yang luar biasa di Muzdalifah. Semuanya sudah diperhitungkan oleh pemerintah,” jelasnya.

Namun, lanjut Arsyad, sebaik apapun kebijakan ini disusun, jika tidak didukung oleh seluruh mitra, maka tidak akan berhasil dengan baik.

“FK KBIHU adalah mitra Kemenag. Karenanya, kami berharap Bapak dan Ibu dapat turut serta memberikan edukasi bagi jemaah terkait murur ini,” ujarnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kepala Daerah Kerja Makkah Khalilurrahman, Kasi Bimbingan Ibadah Daker Makkah Imam Khoiri, para Konsultan Ibadah Daker Makkah, serta Pengurus FK KBIHU se-Indonesia.

Skema Murur di Muzdalifah

Murur adalah mabit (bermalam) yang dilakukan dengan cara melintas di Muzdalifah, setelah menjalani wukuf di Arafah. Jamaah saat melewati kawasan Muzdalifah tetap berada di atas bus (tidak turun dari kendaraan), lalu bus langsung membawa mereka menuju tenda Mina.

Rencananya, skema murur ini akan diikuti oleh 25 persen jemaah haji Indonesia atau sekitar 55 ribu orang. Mereka yang akan diprioritaskan ikut dalam skema murur ini adalah para jemaah dengan risiko tinggi (risti), lanjut usia (lansia), disabiltas, serta para pendamping lansia.

“Jamaah yang masuk dalam kelompok murur, akan mulai diberangkatkan dari Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah mulai pukul 19.00 WAS. Ini KBIHU harus paham dan harus tahu sehingga bisa membantu menyiapkan jamaahnya yang ikut murur agar siap pada waktu tersebut,” kata Arsyad.

Ia menambahkan, ketepatan waktu pemberangkatan murur ini menjadi salah satu kunci keberhasilan skema pergerakan jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Agar bisa berjalan seperti yang kita harapkan, maka peran edukasi bagi jamaah amat penting. Kami berharap, KBIHU dapat mengisi ruang edukasi tersebut,” jelas Arsyad.

“Kita berharap, kalau skema ini berhasil dijalankan, maka seluruh jamaah haji Indonesia telah berada di Mina sebelum tengah hari pada 10 Dzulhijjah,” pungkasnya.

Baca Juga: Begini Skema Murur di Muzdalifah Pada Musim Haji 2024

Editor: M. Naufal Hisyam