Perbincangan Yenny Wahid dan Ahok di Penjara: Esensi Berjuang hingga Pilpres

Perbincangan Yenny Wahid dan Ahok di Penjara: Esensi Berjuang hingga Pilpres

Apa saja yang dibicarakan Ahok dan Yenny Wahid di Mako Brimob?

Perbincangan Yenny Wahid dan Ahok di Penjara: Esensi Berjuang hingga Pilpres

Yenny Wahid mengunjungi Ahok di Rutan Mako Brimob kemarin (20/8). Dalam kunjungan itu, putri Gus Dur itu bercerita tentang perjumpaan dan pembicaraan dengan mantan gubernur DKI Jakarta yang dipenjara karena penodaan agama itu.

Ia mengisahkan pertemuan dan pembicaraan antara keduanya di akun instagramnya @yennywahid. Mbak Yenny, begitu ia disapa, juga mengunggah sebuah surat yang ditulis Ahok untuk dirinya. Surat itu berisi pesan menyentuh tentang makna perjuangan, seraya mengingatkan untuk senantiasa berjuang laiknya Gus Dur dulu memperjuangkan kemanusiaan, toleransi dan keadilan tanpa takut apa pun.

“Untuk Yenny Wahid. Terima kasih atas kunjungannya hari ini. Teruskan berjuang untuk perikemanusiaan, toleransi, keadilan seperti yang selalu Gus Dur minta kita lakukan,” tulis Ahok dalam surat tersebut.

Yenny Wahid yang saat ini memimpin Wahid Foundation itu juga bercerita bahwa pesan Ahok tidak untuk dirinya saja, tapi juga untuk semua orang. Mereka pun bicara banyak hal, mulai dari kegemaran barunya yaitu bernyanyi, sampai proses perenungan dalam yang dilakukannya, untuk ikhlas menerima takdirnya.

“Dia tak berubah, tetap banyak bercerita, walau sekarang makin banyak hikmah dan wisdom yang keluar dari mulutnya. Termasuk cerita tentang perjuangannya untuk mengatasi dirinya sendiri,” tambah Yenny.

Ahok, seperti penuturan Yenny, tidaklah pesimis dengan keadaannya Bahkan, ia tetap bersemangat dan akan terus berjuang membangun negeri ini.

“Si Kokoh tetap bersemangat tinggi, tetap ingin berjuang untuk negeri. Bagaimana sikapnya dalam pilpres nanti? Tunggu saja, dia pasti akan bercerita pada kita semua.

Baca juga: Ahok Saat Dikunjungi Yenny Wahid

Hal ini kian menegaskan perjumpaan antar keduanya seperti yang diceritakan oleh Alamsyah. Ahok masih seperti yang kita dikenal: suka bicara, tegas dan tetap lucu.

“Jangan sangka pertemuan ini kebanyakan bersedih-sedih seperti film India. Lebih dari 70 persen pertemuan diisi cerita-cerita lucu Ahok, eh Basuki, selama dibui, juga joke-jokenya. Basuki masih nyerocos saat jarum jam menyentuh angka lima. Adiknya mengingatkan lagi. Ahok menurut. Kami bubar,” tutup.

Tapi saya sekarang adalah Basuki, tutur Alamsyah menirukan gaya Ahok.

“Saya belajar banyak. Saya beruntung dengan kenyataan ini. Hidup ini harus ikhlas dan selalu mau memaafkan orang lain. Kalau nggak, sesak loh,ā€¯katanya sambil memegang dadanya.

Ahok tak ambil pembebasan bersyarat.Dan ia tetap berada di penjara.

https://www.instagram.com/p/Bmv5R6MFcSd/?hl=en&taken-by=yennywahid