Tafsir Surat Yusuf Ayat 50: Nabi Yusuf Tidak Mau Keluar Penjara, Meskipun Sudah Dipanggil Raja

Tafsir Surat Yusuf Ayat 50: Nabi Yusuf Tidak Mau Keluar Penjara, Meskipun Sudah Dipanggil Raja

Tafsir Surat Yusuf Ayat 50: Nabi Yusuf Tidak Mau Keluar Penjara, Meskipun Sudah Dipanggil Raja

Raja Mesir kemudian memanggil Nabi Yusuf. Kesempatan itu dimanfaatkan Nabi Yusuf untuk membuka kembali kasus yang membuat dirinya masuk penjara. Namun alih-alih kesempatan itu digunakan Nabi Yusuf berkoar-koar bahwa pemerintah Mesir telah menzalimi dirinya, Nabi Yusuf justru dengan halus meminta Raja Mesir meninjau ulang kasusnya. Allah berfirman dalam Surat Yusuf ayat 50:

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ فَلَمَّا جَاءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ

Waqaalal maliku’tuunii bihi falammaa jaaahur rasuulu qaalarji’ ilaa rabbika fasalhu maa baalun niswatil laatii qaththa’na aidiyahunna inna rabbi bikaidihinna ‘aliim.

Artinya: 

Raja berkata: “Bawalah dia kepadaku.” Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana perihal wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha mengetahui tipu daya mereka.” (Surat Yusuf Ayat 50).

Tatkala pramusaji minuman raja usai menemui Nabi Yusuf di penjara dan mengabarkan makna mimpi, sang raja akhirnya mengetahui kelebihan Nabi Yusuf. Sang raja meminta kepada pramusaji untuk memanggil Nabi Yusuf.

Nabi Yusuf tidak mau keluar penjara dan meminta raja untuk meneliti kembali kasusnya. Ini bukti kesabaran Nabi Yusuf. Sebab bisa saja Nabi Yusuf keluar menghadap raja, dan mengajukan protes kepadanya atas kezaliman pemerintah Mesir terhadapnya. Nabi Yusuf tidak melakukan itu.

Nabi Yusuf meminta raja untuk meninjau-ulang kasusnya, supaya orang tahu apakah Nabi Yusuf bersalah atau tidak. Kemudian, apakah hukuman penjara yang diterimanya selama bertahun-tahun pantas diterima atau tidak. Nabi Yusuf berkata kepada pramusaji raja, “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana perihal wanita-wanita yang telah melukai tangannya”.

Ahli tafsir seperti Ibnu Katsir dan al-Razi menjelaskan bahwa Nabi Muhammad memuji sikap yang diambil Nabi Yusuf. Dalam hadis riwayat al-Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

وَلَوْ لَبِثْتُ فِي السِّجْنِ مَا لَبِثَ يُوْسُفُ لَأَجَبْتُ الدَّاعِي

Artinya:

“Andai aku berada lama di penjara sebagaimana Nabi Yusuf, pastilah aku memenuhi panggilan sang pramusaji” (HR: al-Bukhari) 

Dalam riwayat lain,  Nabi Muhammad bersabda:

لَوْ كُنْتُ أَنَا لَأَسْرَعْتُ الْإِجَابَةَ، وَمَا اِبْتَغَيْتُ الْعُذْرَ

Artinya:

“Andai itu aku, aku akan lekas memenuhi panggilan tersebut. Dan aku tidak lagi perduli dengan alasan apapun.” (HR: Ahmad) 

Selain menunjukkan kesabaran, surat Yusuf ayat 50 ini juga menjelaskan kemuliaan dan kebesaran hati Nabi Yusuf. Beliau sangat menjaga perasaan menteri Mesir yang dahulu merawatnya. Nabi Yusuf tidak langsung meminta raja untuk bertanya kepada menteri penyebab dirinya dipenjara.

Dengan menahan diri untuk tidak segera keluar dari penjara dan meminta sang raja memeriksa kasusnya, serta menjaga perasaan sang menteri, Nabi Yusuf kemudian dapat keluar dari penjara dengan lebih aman. Saat semua orang akhirnya mengetahui bahwa ia tidak bersalah. Tidak ada yang berburuk sangka kepadanya bahwa dia keluar karena memanfaatkan kebijaksanaan raja. Nabi Yusuf dikeluarkan dari penjara karena memang tidak bersalah.