Tafsir Surat Yusuf Ayat 27-29: Yang Benar Nabi Yusuf atau Zulaikha? Begini Cara Pembuktiannya

Tafsir Surat Yusuf Ayat 27-29: Yang Benar Nabi Yusuf atau Zulaikha? Begini Cara Pembuktiannya

Tafsir Surat Yusuf Ayat 27-29: Yang Benar Nabi Yusuf atau Zulaikha? Begini Cara Pembuktiannya

Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 27-29:

   وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ () فَلَمَّا رَأَى قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ () يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ

Waing kaana qamiishuhu qudda min duburing fakadzabat wahuwa minas shaadiqiin. Falammaa raaaa qamiishahu qudda min duburing qaala innahu ming kaidikunna inna kaidakunna ‘adhiim. Yuusufu a’ridh ‘an haadza wastaghfirii lidzanbiki innaki kunti minal khaathiiin.

Artinya: 

“Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf Termasuk orang-orang yang benar.  Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia, ‘Sesungguhnya (kejadian) itu adalah diantara tipu daya kamu. Sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar.’ (Hai) Yusuf, ‘Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.'” (Surat Yusuf Ayat 27-29)

Allah menjelaskan dalam ayat di atas, ada seseorang yang ditunjuk sebagai penengah untuk menentukan siapa yang benar, antara Nabi Yusuf dan Zulaikha. Orang itu disebut sebagai “sang saksi”. Sang saksi ini kemudian menyarankan melihat bagian mana dari baju Nabi Yusuf yang sobek? Kalau bagian depan berarti yang benar adalah Zulaikha, kalau bagian belakang berarti yang benar adalah Nabi Yusuf.

Bagaimana bisa posisi sobekan baju bisa menentukan mana yang benar di antara Nabi Yusuf dan Zulaikha? Imam Al-Alusi mengutip keterangan Imam Zamakhsyari, bahwa sobekan baju di arah belakang menunjukkan bahwa yang benar adalah Nabi Yusuf, sebab hal itu menunjukkan bahwa Zulaikha lah yang mengejar Nabi Yusuf dan menarik bajunya hingga sobek.

Sedang sobekan di arah depan menunjukkan bahwa Zulaikha lah yang benar, sebab hal itu menunjukkan dua kemungkinan. Yaitu antara Nabi Yusuf mengejar Zulaikha dan Zulaikha menolak ajakan Nabi Yusuf sampai membuat sobek bagian depan baju Nabi Yusuf. Atau Nabi Yusuf ingin segera menjamah Zulaikha dan merasa terganggu dengan bajunya sehingga menyobeknya dari arah depan.

Sebenarnya cara sang saksi menentukan mana yang benar antara Nabi Yusuf dan Zulaikha dengan melihat letak sobekan baju, dapat diperdebatkan. Misalnya, bagaimana bisa sobek di arah depan sudah pasti menunjukkan bahwa Nabi Yusuf yang memaksa Zulaikha menuruti kemauannya? Bagaimana bila ternyata Zulaikha mengejar Nabi Yusuf sampai membuat mereka berhadap-hadapan, lalu saat Zulaikha berusaha menjamah Nabi Yusuf, Nabi Yusuf pun menolak sampai membuat Zulaikha menyobek bagian depan baju Nabi Yusuf? Sehingga dengan ini Zulaikha lah yang bersalah?

Oleh karena itu, banyak pakar tafsir menjelaskan bahwa sang saksi sebenarnya sudah tahu secara meyakinkan bahwa Nabi Yusuflah yang benar. Dan cara sang saksi menentukan mana yang benar di antara Nabi Yusuf dan Zulaikha dalam ayat di atas, hanyalah salah satu cara menunjukkan mana yang benar antara Nabi Yusuf dan Zulaikha pada orang lain. Dan sebenarnya cukup banyak petunjuk yang menunjukkan bahwa Zulaikha lah yang memaksa Nabi Yusuf. Imam ar-Razi bahkan menyodorkan bahwa ada 6 bukti yang menunjukkan Nabi Yusuf  yang benar.

Sikap Sang Menteri

Saat tahu bahwa baju Nabi Yusuf yang sobek adalah bagian depan, dan berarti yang bersalah adalah Zulaikha, sang menteri pun meminta Nabi Yusuf untuk merahasiakan kejadian tersebut dan meminta Zulaikha meminta ampun atas kesalahannya. Ada ulama yang menyatakan, bahwa yang meminta Nabi Yusuf merahasiakan kejadian tersebut dan meminta Zulaikha meminta ampun, adalah sang saksi tersebut.

Dengan ini, Nabi Yusuf pun bisa selamat dari tipudaya Zulaikha. Nabi Yusuf dapat menghindar dari godaan Zulaikha sekaligus menunjukkan bahwa tuduhan Zulaikha bahwa Nabi Yusuf lah yang mengajak berbuat tidak senonoh, adalah fitnah belaka.