Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 92-94: Kondisi Orang yang Mendustakan Al-Qur’an di Akhirat

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 92-94: Kondisi Orang yang Mendustakan Al-Qur’an di Akhirat

Dalam surat al-Waqi’ah ayat 92-94, Allah SWT mengingatkan azab yang diterima orang yang mendustakan al-Qur’an.

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 92-94: Kondisi Orang yang Mendustakan Al-Qur’an di Akhirat

Setiap orang akan menerima ganjaran dari apa yang sudah dilakukan selama hidup di dunia. Orang yang melakukan kebaikan akan mendapat pahala. Sebaliknya, yang melakukan keburukan mendapat siksaan. Balasan ini sebagaimana diingatkan Allah dalam banyak firmannya. Dalam surat al-Waqi’ah ayat 92-94, Allah SWT mengingatkan azab yang diterima orang yang mendustakan al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ () فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ () وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

 Waammaa ing kaana minal mukadzdzibiinadl dlaallin. Fanuzulum min hamiim. Watashliyatu jahiim.

 Artinya:

 “Dan jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat. Maka dia mendapat hidangan air yang mendidih. Dan dibakar di dalam Jahannam. (QS: Al-Waqi’ah ayat 92-94)

Pada ayat sebelumnya dijelaskan ada tiga kelompok manusia menjelang sakaratul maut, di antaranya penghuni neraka, yaitu orang yang tidak mempercayai hari kebangkitan, pembalasan amal, dan mendustakan ajaran al-Qur’an. Ibnu Asyur menjelaskan, kata al-mukadzdzibin (mendustakan) didahulukan penyebutannya dibanding al-dhallin (sesat), karena ayat ini sedang menjelaskan kondisi orang kafir ketika menerima azab. Mereka akan menyesali pengingkaran mereka terhadap kebenaran al-Qur’an.

Sementara al-Alusi memiliki penjelasan agak berbeda dari Ibnu Asyur. Menurutnya redaksi “mendustakan” didahulukan dari “sesat” karena ayat tersebut ditujukan kepada orang yang mendustakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Selain itu, ini menunjukkan bentuk pemuliaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Orang yang mendustakan kebanaran al-Qur’an ataupun ajaran Nabi Muhammad SAW, kelak mereka mendapat hidangan berupa air mendidih dan dibakar di neraka Jahannam. Sebenarnya kata hidangan di sini lebih cocok untuk makanan dan minuman yang nikmat, bukan hal buruk seperti azab. Dalam Ilmu Balaghah ini disebut dengan tahakkum, yaitu kalimat yang bertujuan untuk mencibir dan merendahkan.

Allah SWT mencibir orang yang mendustakan hari kebangkitan dan kebenaran lain yang terdapat dalam al-Qur’an. Mereka kelak akan diberi hidangan istimewa, berupa air mendidih serta layanan dibakar api neraka jahanam.