Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 98-99: Benteng Bangunan Zulkarnain Runtuh Menjelang Kiamat

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 98-99: Benteng Bangunan Zulkarnain Runtuh Menjelang Kiamat

Tafsir surat Al-Kahfi ayat 98-99

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 98-99: Benteng Bangunan Zulkarnain Runtuh Menjelang Kiamat

Setelah dinding yang berlapis-lapis itu selesai terbangun dan masyarakat pun menerimanya dengan penuh suka cita, Zulkaranain pun bersyukur pada Allah SWT. Pembangunan benteng yang bisa diselesaikannya atas bantuan masyarakat merupakan rahmat dari Allah SWT. Terkait hal ini, Allah menceritakan dalam dua ayat berikut:

قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِّن رَّبِّى ۖ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ رَبِّى جَعَلَهُۥ دَكَّآءَ ۖ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّى حَقًّا () وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِى بَعْضٍ ۖ وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَجَمَعْنَٰهُمْ جَمْعًا

Qola hadza rohmatum mir robbi. Fa idza ja’a wa‘du robbi ja‘alahu dakkaa’. Wa kana wa‘du robbi haqqo () wa tarokna ba‘dhohum yaumaidziy yamuju fi ba‘dh. Wa nufikho fis Shuri fa jama‘nahum jam‘a 

Artinya:

“Zulkarnain berkata, “Ini adalah rahmat dari Tuhanku. Maka apabila janji Tuhanku telah datang, Dia akan menjadikannya luluh lantak. Janji Tuhanku itu benar-benar nyata. Kami tinggalkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, dan ditiuplah sangkakala lalu Kami kumpulkan mereka dalam perkumpulan yang besar.” (QS: Al-Kahfi ayat 98-99)

Walaupun sudah dibangun secara kokoh, pada akhirnya, menjelang kiamat nanti benteng atau dinding berlapis-lapis tersebut akan roboh saat Ya’juj dan Ma’juj dapat mengaksesnya. Inilah tafsiran wa‘du robbi menurut Syekh Nawawi Banten. Masih menurut Syekh Nawawi Banten dalam Murah Labid, benteng itu akan hancur luluh lantak dan rata menjadi tanah. Inilah penafsiran terkait lafal dakkaa’ yang dipilih oleh Syekh Nawawi.

Menurut Quraish Shihab, sebagaimana mengutip Thabathaba’i, dakkaa’ juga bisa berarti hina sehingga diabaikan. Artinya, benteng itu tidak lagi dihiraukan karena sudah tidak berfungsi akibat kemajuan yang dicapai manusia. Dengan demikian, penafsiran wa‘du robbi ‘janji Tuhanku’ adalah ketika manusia mencapai kemajuan dalam penggunaan alat-alat dan penyingkiran hambatan sehingga penghalang yang dibuat Zulkarnain itu tidak berfungsi lagi dalam membendung serangan serta menghalangi kemajuan Ya’juj dan Ma’juj.

Setelah Ya’juj dan Ma’juj berhasil menembus benteng buatan Zulkarnain tersebut, mereka bercampur baur dalam kepadatan karena terlalu banyaknya jumlah mereka. Menurut Syekh Nawawi Banten, hal ini terjadi setelah kematian Dajjal, dan Nabi Isa naik ke gunung Tur Sina bersama orang-orang mukmin menghindari mereka.

Dan ditiuplah sangkakala maksudnya adalah peniupan sangkakala yang kedua. Seperti diketahui, sebagaimana tulis Quraish Shihab, Al-Qur’an menginformasikan bahwa akan terjadi dua kali peniupan. Peniupan pertama menjadikan semua makhluk mati dan alam raya punah. Sedang, yang kedua adalah bangkitnya manusia dari kubur untuk dihimpun Allah di Padang Mahsyar lalu masing-masing mempertanggungjawabkan amalnya secara sendiri-sendiri. Inilah maksud ayat Kami kumpulkan mereka dalam perkumpulan yang besar, yaitu di Padang Mahsyar.