Suara Qori yang Membuat Ulama Tidak Merasa Sakit Ketika Diamputasi Kakinya

Suara Qori yang Membuat Ulama Tidak Merasa Sakit Ketika Diamputasi Kakinya

Kisah Qori ini menyentuh hati kita

Suara Qori yang Membuat Ulama Tidak Merasa Sakit Ketika Diamputasi Kakinya
al-qur’an

Kisah keajaiban al Quran memang dirasakan oleh banyaak orang. Salah satunya adalah seorang ulama dari golongan tabiin yang bernama Rufai bin Mihran. Ahli hadist dan penghafal al Quran yang lahir di Persia ini pernah merasakan keajaiban Al Quran ketika sedang dioperasi kakinya.

Dikisahkan bahwa ketika melakukan jihad bersama kaum muslimin kakinya terluka parah. Semakin hari kondisi kakinya semakin parah. Hingga beberapa tabib datang untuk mengobatinya. Salah seorang tabib yang memeriksa mengatakan bahwa Mihran terkena aklah.

Mendengar hal itu Mihran bertanya kepada tabib tersebut,” Apa itu aklah?”

Si tabib kemudian menjelaskan,”Aklah adalah penyakit yang akan mematikan sel-sela dan kemudian merambat sedikit demi sedikit yang akhirnya mengenai seluruh tubuh.”

Selanjutnya tabib tersebut meminta agar dapat mengamputasi kakinya. Mendengar hal itu Mihranpun setuju. Tidak seberapa lama kemudian si tabib telah memperiapkan segala macam peralatan medis yang dibutuhkan.

Ketika saat proses amputasi tiba, si tabib berkata,” Maukah Anda meminum obat bius agar tidak merasakan sakit saat proses operasi berlangsung?”

“Menurut saya ada yang lebih baik daripada obat bius,” jawab Mihran.

Mendengar hal itu si tabib penasaran dan balik bertanya,” Apa itu?”

“Carikanlah aku seorang qori (pembaca Al Quran). Mintalah kepadanya membaca Al Quran untukku dengan ayat yang mudah dan jelas. Jika kalian melihat wajahku memerah dan pandanganku mengaeah ke langit, maka berbuatlah sesukamu,” ujar Mihran.

Maka kemudian didatangkanlah qori kemudian membaca ayat-ayat suci ketika proses amputasi berlangsung. Sungguh ajaib. Ternyata Mihran tidak merasakan rasa sakit ketika kakinya dipotong tanpa menggunakan obat bius. Maka penasaranlah si tabib melihat kejadian itu.

Ia kemudian bertanya kepada Mihran,”Mengapa Anda tidak merasakan sakit sedikitpun ketika dioperasi tadi?”

“Karena saya tersibukkan oleh sejuknya kecintaan kepada Allah, merasakan apa yang kudengar dari bacaan ayat-ayat suci itu sehingga aku melupakan panasnya alat-alat yang memotong kakiku itu.” Si tabibpun kemudian kagum dan tidak percaya terhadap apa yang terjadi.

Kisah ini disadur dari buku berjudul shuwaru min hayati tabiin karya Dr Abdurahman Ra’fat Basya.