Kontroversi Abu Bakar Ba’asyir dan Penjara yang Tak Bikin Jera

Kontroversi Abu Bakar Ba’asyir dan Penjara yang Tak Bikin Jera

Menerka arah pembebasan Abu Bakar Baasyir di musim politik memang rumit

Kontroversi Abu Bakar Ba’asyir dan Penjara yang Tak Bikin Jera

Kontroversi pembebasan Abu Bakar Ba’asyir melupakan kenyataan bahwa penjara tak membuat para teroris jera. Di sana justru mereka ditempa menjadi lebih radikal lagi. Terbukti juruji tidak mampu mengubah ideologi.

Oleh karena itu, benar kata Ma’ruf Amin kemarin sewaktu debat, deradikalisasi bukan hanya soal penindakan, tetapi yang lebih penting lagi adalah pencegahan. Jika sumber masalahnya adalah paham yang salah, luruskan! Jika sumber masalahnya adalah ketersingkiran sosial-ekonomi, sejahterakan!

Meluruskan dan menyejahterakan adalah dua hal yang hanya akan tercapai melalui pendekatan hati.

“Winning the hearts and minds,” kata para ahli. Ambil hati mereka, sebab dari situ diharapknya pikirannya akan terbuka.

Pendekatan keamanan terbukti tidak efektif. Lihatlah kasus penjara Guantanamo di Amerika Serikat. Alih-alih mengatasi permasalahan, yang terjadi adalah penyalahgunanan kekuasaan. Lagi-lagi radikalisme yang mendorong kegiatan teror tidak mati, tetapi malah semakin menjadi-jadi.

Jokowi cukup pasti memahami kondisi ini. Jadi ketika dia menyebut bahwa pembebasan Abu Bakar Ba’asyir adalah soal kemanusiaan, yang dimaksud di situ bukan kemanusiaan abstrak yang direnung-renungkan sendirian di kamar mandi.

Kemanusiaan dalam proses deradikalisasi adalah strategi dalam mengambil hati dan pikiran mereka yang sudah siap mati mempertahankan ideologinya.