Kultum Ramadan: Manfaatkan Waktu Mustajab Saat Berbuka untuk Mendoakan Orang Lain, Jangan Egois!

Kultum Ramadan: Manfaatkan Waktu Mustajab Saat Berbuka untuk Mendoakan Orang Lain, Jangan Egois!

Waktu berbuka adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.

Kultum Ramadan: Manfaatkan Waktu Mustajab Saat Berbuka untuk Mendoakan Orang Lain, Jangan Egois!

Ternyata, saat kita berbuka ada waktu yang mustajab untuk berdoa. Tentu sangat disayangkan saat kita hanya fokus makan, namun lupa berdoa.

Berikut teks kultum tentang memanfaatkan waktu mustajab saat berbuka puasa untuk berdoa dan mendoakan orang lain.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara-saudara jemaah sekalian, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali dalam kesempatan yang penuh berkah ini. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan-Nya dan mendapatkan hidayah-Nya.

Hari ini, saya ingin berbagi tentang satu momen yang sangat istimewa dalam bulan suci Ramadhan, yaitu waktu berbuka puasa. Waktu ini adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“إن للصائم عند فطره دعوة لا ترد”

“Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa, ada doa yang tidak akan ditolak ketika ia berbuka.” (HR. Ibn Majah)

Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya memanfaatkan waktu berbuka puasa untuk berdoa. Ketika kita berbuka, kita tidak hanya menikmati makanan dan minuman setelah seharian menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memiliki kesempatan emas untuk berdoa kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, saat waktu berbuka puasa tiba, jangan terlalu fokus pada makanan hingga kita lupa untuk berdoa.

Doa untuk Orang Lain

Namun, mari kita renungkan sejenak. Ketika kita berdoa, seringkali kita terfokus pada kebutuhan dan keinginan kita sendiri. Misalnya, kita berdoa meminta mobil baru, rumah yang lebih besar, atau hal-hal duniawi lainnya. Tentu saja, tidak ada yang salah dengan berdoa untuk diri sendiri. Namun, mari kita ingat bahwa ada keutamaan yang lebih besar ketika kita mendoakan orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

إذا دعا المسلم لأخيه بظهر الغيب، قال الملك: آمين، ولك بمثل

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya adalah mustajab. Di sisinya ada malaikat yang ditugaskan, setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, ‘Amin, dan untukmu juga yang sepertinya.'”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan kita bahwa ketika kita mendoakan kebaikan untuk orang lain, kita tidak hanya berbuat baik, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Malaikat yang ditugaskan akan mengamini doa kita, dan insya Allah, kita juga akan mendapatkan keberkahan dari doa tersebut.

Kecipratan Berkah

Saudara-saudara, mari kita ingat bahwa doa untuk diri sendiri belum tentu dikabulkan oleh Allah, tetapi ketika kita mendoakan orang lain, kita juga akan “kecipratan” berkah dari doa tersebut. Ketika kita mendoakan tetangga kita yang sedang kesulitan, teman kita yang sedang sakit, atau saudara kita yang membutuhkan, kita sebenarnya sedang menanam benih kebaikan yang akan kembali kepada kita.

Dalam bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, mari kita manfaatkan waktu berbuka puasa untuk berdoa tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Mari kita doakan umat Islam di seluruh dunia, doakan saudara-saudara kita yang sedang berjuang, dan doakan tetangga kita agar senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan.

Saudara-saudara, mari kita tutup kultum ini dengan harapan agar kita semua dapat memanfaatkan waktu mustajab saat berbuka puasa dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT mengabulkan doa-doa kita, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus beribadah dan berdoa di bulan yang penuh berkah ini.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih atas perhatian saudara-saudara. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.