Kisah Ajaib: Wali yang Menempuh Perjalanan Haji dalam Waktu Sekejap

Kisah Ajaib: Wali yang Menempuh Perjalanan Haji dalam Waktu Sekejap

Kisah ajaib saat haji, ada wali yang melipat bumi untuk perjalanan haji.

Kisah Ajaib: Wali yang Menempuh Perjalanan Haji dalam Waktu Sekejap

Musim haji hampir tiba. Di Indonesia, hal tersebut ditandai dengan pemberangkatan kloter pertama jamaah haji Indonesia tahun 1443 H/2022 M pada Sabtu 4 Juni 2022 kemarin. Selain menjadi ibadah yang sangat sakral, ibadah haji seringkali meninggalkan kisah-kisah unik yang dialami oleh para jamaah. Bahkan tidak jarang ditemukan kisah ajaib yang tidak bisa dinalar.

Seorang sufi besar asal Maroko, Syekh Ibn ‘Ajibah, menulis dalam buku berjudul al-Fahrasat sebuah kisah ajaib yang berhubungan dengan ibadah haji. Ada seorang wali yang dijuluki “Al-Hujjuji”, wali ini juga merupakan kakek dari Ibn ‘Ajibah, nama aslinya adalah al-Husain ibn Abdillah al-Maghari. Bagaimana asal-usul julukan tersebut?

Syekh Al-Hujjuji, sebagaimana wali pada umumnya, memiliki karomah yang luar biasa. Dikisahkan bahwa beliau setiap tahun berhaji dengan cara yang tidak biasa. Jika jamaah haji pada umumnya menetap di Arab Saudi hingga menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, maka tidak dengan Al-Hujjuji, beliau tetap pulang ke Maroko setelah selesai melakukan satu ritual dan kembali lagi ke Arab Saudi saat akan melanjutkan ritual lainnya. Dan perjalanan bolak-balik itu beliau lakukan hanya dalam waktu sekejap.

Hingga suatu ketika, saat pelaksanaan shalat Idul Adha, Al-Hujjuji absen dari jamaah, sehingga orang-orang mencari tahu keberadaannya. Beliau baru muncul ketika menjelang waktu dhuhur. Mereka yang penasaran pun akhirnya bertanya kepadanya:

“Di mana engkau tadi pagi, wahai Syekh al-Husain?”

“Aku tadi berada di Mina bersama para jamaah haji (untuk melempar jumrah),” jawab al-Hujjuji.

Mereka tidak percaya dengan perkataan Al-Hujjuji, namun beliau tidak memaksa mereka untuk percaya.

Suatu ketika, beliau kembali absen sebagaimana biasa. Namun, kali ini beliau kembali dengan membawa “bukti” berupa dua potong roti dari Mekkah yang teksturnya lembut. Beliau menunjukkannya kepada mereka yang tidak percaya atas cerita sebelumnya. Dengan adanya bukti tersebut, mereka menjadi percaya dan mulai memanggil Syekh al-Husain dengan julukan “Al-Hujjuji”.

Demikianlah karomah yang dianugerahkan Allah SWT kepada kekasihnya, yang seringkali tidak bisa dinalar oleh manusia. (AN)

Wallahu a’lam.