Hajar Aswad Bisa Menebus Dosa dan Menjadi Saksi di Hari Kiamat?

Hajar Aswad Bisa Menebus Dosa dan Menjadi Saksi di Hari Kiamat?

Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Dalam proses haji dan umrah, mencium batu Hajar Aswad pun menjadi incaran para jamaah dan ratusan ribu jamaah dari seluruh dunia pun berebut untuk mencium batu tersebut. Saat melaksanakan ibadah haji dan umrah, para jamaah disunnahkan untuk mencium batu Hajar Aswad jika mampu. Pasalnya, dahulu Nabi Muhammad SAW juga pernah mencium Hajar Aswad.

Seperti diriwayatkan oleh Jabir ibn Abdullah, “Ketika Rasulullah SAW datang ke Makkah, dia sampai ke batu hitam dan menyentuhnya, lalu dia berjalan ke sebelah kanannya, dan berlari tiga kali dan berjalan empat kali di sekitar Ka’bah).” (HR Muslim)

Sedangkan dalam hadis lain pernah disebutkan bahwa Umar ibn Al-Khattab mendatangi batu hitam dan menciumnya, lalu dia berkata, “Saya tahu bahwa Anda hanyalah sebuah batu yang tidak dapat memberi keuntungan atau menimbulkan bahaya. Jika bukan karena saya telah melihat Nabi SAW mencium, saya tidak akan mencium Anda.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Read More

Batu Hajar Aswad berada di sisi Ka’bah, tepatnya yaitu persis di Rukun Hajar Aswad atau di sebelah pintu Ka’bah. Batu Hajar Aswad yang berwarna hitam dilapisi dengan cincin berwarna perak di sekelilingnya. Batu tersebut kemudian diletakkan pada ketinggian sekitar 1 meter dari atas permukaan tanah dan tertanam di dinding Ka’bah. Menurut sejarah, batu Hajar Aswad dahulu berasal dari surga sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Batu Hitam turun dari surga.” (HR. At-Tirmidzi)

Rupanya, batu Hajar Aswad dahulu saat diturunkan dari surga masih berwarna putih bersih. Lalu mengapa kini Hajar Aswad justru berwarna hitam? Ternyata, dosa-dosa umat manusia lah yang membuat Hajar Aswad yang dahulu berwarna putih berubah menjadi hitam. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketika batu hitam turun dari surga, itu lebih putih dari susu, tapi dosa anak-anak Adam membuatnya menjadi hitam.” (HR. At-Tirmidzi)

Mengapa dosa bahkan bisa menyebabkan sebuah batu berubah menjadi hitam? Jika dosa bisa berdampak buruk pada sebuah batu, lalu bagaimana jika dosa berdampak pada hati manusia yang terbuat dari daging? Rupanya, dosa juga bisa menyebabkan hati turut menjadi hitam seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadist berikut.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika orang beriman melakukan dosa, sebuah titik hitam muncul di dalam hatinya. Jika dia bertobat, menyerahkan dosa itu, dan mencari pengampunan, hatinya akan dipoles. Tapi, jika (dosa) meningkat, (titik hitam) meningkat. Itulah Ran (penutup atau noda) yang Allah sebutkan di dalam Kitab-Nya: “Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifiin: 14)

Untuk itulah, umat Islam dianjurkan untuk menyentuh Hajar Aswad dengan setulus hati. Sebab menyentuh batu Hajar Aswad disebut-sebut dapat menjadi salah satu sarana penebusan dosa. Diriwayatkan bahwa Ibn Umar pernah berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Menyentuh mereka berdua (Batu Hitam dan al-Rukn al-Yamani) adalah penebusan dosa.” (HR. At-Tirmidzi).

Bahkan, di hari kiamat kelak batu Hajar Aswad disebut-sebut dapat memberikan kesaksian di hadapan Allah. Batu Hajar Aswad tersebut akan memberikan kesaksian terkait siapa saja orang-orang yang telah menyentuhnya dengan tulus. Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah SAW bersabda tentang batu: Demi Allah, Allah akan membawanya pada hari kiamat, dan itu akan memiliki dua mata untuk melihat dan lidahnya yang akan berbicara, dan itu akan bersaksi untuk orang-orang yang menyentuhnya dengan tulus.” (HR. At-Tirmidzi)

Demikianlah mengapa setiap melaksanakan ibadah haji dan umrah, umat Islam disunnahkan untuk menyentuh dan mencium batu Hajar Aswad. Sebab menyentuh Hajar Aswad dapat menjadi salah satu bentuk penebusan dosa. Selain itu, kelak Hajar Aswad juga akan memberikan kesaksian di hari kiamat kelak.