Dunia Islam Pekan Ini (16-21 Aug): Netanyahu Bakal Terus Aneksasi Palestina Hingga Lonjakan Populasi Muslim Nigeria

Dunia Islam Pekan Ini (16-21 Aug): Netanyahu Bakal Terus Aneksasi Palestina Hingga Lonjakan Populasi Muslim Nigeria

Dunia Islam Pekan ini diisi oleh Indonesia yang bakal dikalahkan Nigeria jadi negara muslim terbesar di dunia

Dunia Islam Pekan Ini (16-21 Aug): Netanyahu Bakal Terus Aneksasi Palestina Hingga Lonjakan Populasi Muslim Nigeria

Dunia Islam pekan ini dimulai dari bumi Palestina dan perjuangannya untuk memerdekakan diri dari penjajahan Israel. Dan, tampaknya, perjuangan ini kian berat mengingat Israel tampaknya akan terus memperluas cengkeramannya di seluruh Palestina.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahkan menyatakan bahwa Israel tidak akan menyurutkan langkah untuk melanjutkan rencana aneksasi Palestina. Sikap ini tentu saja membuat publik geram apalagi Israel sudah ‘berdamai’ dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan masukan untuk melakukan hal serupa dengan negara-negara Arab lain guna melerai ketegangan di Timur Tengah.

Pernyataan kontroversial ini muncul saat Presiden Israel, Reuven Rivlin mengundang secara resmi putra mahkota Emirat, Mohammed bin Zayed Al-Nahyan untuk mengunjungi Yerusalem.

Netanyahu mengatakan bahwa pemerintahnya tidak akan melepaskan kendali terhadap sebagian besar tepi barat yang diduduki, meskipun ada normalisasi hubungan dengan UEA dan mungkin negara-negara lain.

Ia juga menegaskan tidak membatalkan ketentuan rencana “kesepakatan abad ini” yang menunjukkan bahwa Israel diberikan kendali penuh atas sekitar 30 persen dari Tepi Barat.

“Saya memasukkannya ke dalam rencana perdamaian Presiden Trump. Menurut rencana Amerika, Israel akan memenangkan 30 persen dari Yudea dan Samaria (Tepi Barat yang diduduki) – sepuluh kali lipat dari sebelumnya.

“Dalam rencana lain – tanpa menggusur pemukiman dan wilayah apa pun, yang diperlukan untuk keamanan Israel. Ini adalah rencana Amerika. Itu tidak berubah,” katanya.

Normalisasi hubungan antara UEA dan Israel mendapat kecaman dari warga dan pemerintah Palestina.

Normalisasi UEA-Israel ini sontak memicu perdebatan di dunia Islam. Bahkan, Mahmoud Abbas, menyebut bahwa perjanjian ini melemahkan perjuangan Palestina dan menyebutnya sebagai upaya pengkhianatan.

Dalam kesepakatan tersebut Mohammed bin Zayed (MBZ), putra mahkota UEA mengatakan kesepakatan telah dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina. Tapi, perjuangan itu, tampknya akan lebih berat.

Hal itu belum lagi kian memanasnya kondisi di Palestina belakangan ini. Seorang warga Palestina, penderita tuna rungu, ditembak oleh pasukan Israel dan mengalami luka serius. Ia ditembak di pos pemeriksaan tepi Barat karena tidak mendengar perintah penjaga keamanan. Pihak keamanan Israel kemudian menahan oknum tentara Israel tersebut.

Juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld mengatakan. bahwa pria tuna rungu berusia 60 tahun itu sedang berjalan di area Qalandia. Jalan yang terletak di utara Yerusalem sebenarnya hanya boleh dilalui, tapi entah kenapa ada tindakan brutal dari Israel.

Penembakan itu memicu kritik dan seruan ke pihak Israel  untuk mengubah cara mereka memperlakukan  penyandang disabilitas.

Heba Yazbak, seorang anggota parlemen Israel yang berasal dari Palestina, mengatakan insiden Senin di persimpangan itu mengungkap pemicu-kegembiraan pasukan Israel.

“Pertama mereka menembak dan kemudian mereka memeriksa,” katanya seperti dikutip laman middleeyenet.

“Penembakan terhadap seorang warga Palestina tuli yang tidak bersalah hanyalah contoh lain dari kemudahan di mana pasukan keamanan Israel dapat membahayakan nyawa manusia,” tambahnya.

Palestina dan kelompok hak asasi Israel mengatakan pasukan Israel sering menggunakan kekuatan yang berlebihan dan terkadang membunuh tersangka penyerang yang bisa saja ditangkap.

Dari Palestina kita bergerak ke Nigeria, salah satu negara di bumi Afrika dengan populasi muslim yang tinggi, sama seperti Indonesia. Namun, berdasarkan riset terbaru, jumlah muslim di Nigeria bakal menjadi yang terbesar di dunia dan mengalahkan India maupun Indonesia.

Jadi, jangan kaget ya jika nanti kita tidak lagi bisa mengklaim diri sebagai muslim terbesar di dunia lagi. Tidak percaya, ya sudah baca ini risetnya saja langsung.

Satu hal yang pasti, dunia Islam saat ini masih bergantung dan berharap banyak dengan Indonesia mengingat populasi penduduknya yang tinggi dan moderatisme yang menyertainya, berbeda dengan arus neo konservatisme yang sekarang lagi menjalar di seluruh dunia.