Doa Agar Diberikan Keselamatan Saat Keluar Rumah

President Barack Obama finishes up a conversation as he steps out of the Oval Office, June 24, 2009. (Official White House Photo by Pete Souza) This official White House photograph is being made available for publication by news organizations and/or for personal use printing by the subject(s) of the photograph. The photograph may not be manipulated in any way or used in materials, advertisements, products, or promotions that in any way suggest approval or endorsement of the President, the First Family, or the White House.

Doa Agar Diberikan Keselamatan Saat Keluar Rumah

Berharap diberikan keselamatan saat keluar rumah adalah keniscayaan bagi semua orang. Untuk itu Rasul mengajarkan doa berikut saat akan keluar rumah.

Rumah, selain menjadi tempat berteduh dan beristirahat, juga merupakan tempat untuk memulai sesuatu, mulai pekerjaan, belajar dan lain sebagainya. Jika saat keluar rumah, niat kita adalah baik, maka niscaya Allah akan memberikan hal yang terbaik bagi kita, keselamatan, hingga kita kembali pulang ke rumah.

Beberapa saudara kita meninggalkan rumah dan kembali dengan tidak selamat, baik karena mendapatkan musibah seperti perampokan, penjambretan, begal, bahkan beberapa dari mereka tidak pernah kembali lagi ke rumah.

Rasulullah SAW memberi teladan kepada kita untuk senantiasa berdoa sebelum meninggalkan rumah. Doa ini selalu dibaca Rasul sebelum keluar rumah, dengan harapan Allah memberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali pulang ke rumah.

Read More

Doa ini disebutkan oleh Imam al-Thabarani dalam Kitab al-Dua yang diriwayatkan oleh Aisyah, Ummul Mukminin, RA.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Allahumma innii a’udzubika min an adhilla au udholla au azilla au uzalla au udzlima au udzlama au ajhala au yujhala alayya.”

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar aku tidak tersesat atau disesatkan, tergelincir (jatuh) atau digelincirkan, berbuat aniaya (dhalim) atau teraniaya, berbuat bodoh (ceroboh) atau dibodohi.”

Wallahu A’lam.