Di Pengadilan Kentucky, Seorang Lelaki Muslim Memaafkan Pembunuh Anaknya

Di Pengadilan Kentucky, Seorang Lelaki Muslim Memaafkan Pembunuh Anaknya

Seorang ayah yang anaknya menjadi korban pembunuhan, dengan ikhlas memaafkan sang pembunuh

Abdul Mumin Jitmoud Sombat merupakan ayah dari seorang anak yang meninggal karena dibunuh. Tidak seperti kebanyakan ayah lain yang tidak terima jika anaknya dibunuh, Abdul Mumin malah membuat suasana sidang menjadi mengharukan. Beberapa mata orang yang hadir dalam persidangan tersebut terlihat sembab karena menangis.

Betapa tidak, seorang ayah yang anaknya menjadi korban pembunuhan, dengan ikhlas memaafkan sang pembunuh, Trey Alexander Relford. Relford sendiri telah dijatuhi hukuman 31 tahun atas pembunuhan Salahuddin Jitmoud, seorang pria muslim yang bekerja sebagai sopir pengiriman, pada tahun 2015.

Abdul Mumin yang merupakan kepala sekolah-sekolah Islam di seluruh negeri, dipanggil ke tempat saksi di kota Kentucky Amerika Serikat untuk memberikan pernyataan atas nama korban sebelum Relford dijatuhi hukuman.

Read More

Dalam pernyataannya di persidangan tersebut, Abdul Mumin mengatakan bahwa ia telah memaafkan Relford, sang pembunuh anaknya.

“Saya tidak menyalahkanmu atas kejadian ini. Saya juga tidak marah dengan orang yang membunuh putra saya. Saya hanya marah dengan setan, karena ia telah menyesatkanmu agar kamu melakukan perbuatan kriminal ini,” tuturnya.

Abdul Mumim malah meminta maaf kepada orang tua Relford. Ia mengatakan bahwa orang tua Relford telah membesarkannya agar menjadi orang sukses. Karena kesuksesan Relford adalah kesuksesan orang tuanya juga.

“Namun sekarang orang tuamu menangis karena perbuatan kriminal yang telah kamu lakukan,” tambahnya.

Setelah persidangan selesai, Abdul Mumin memeluk Relford, sang pembunuh anaknya dengan erat. Dalam pelukannya itu Relford mengatakan sesuatu kepada Abdul Mumin dengan lirih.

“Saya menyesal atas sesuatu yang terjadi hari itu,” kata Relford sambil menyeka matanya pada kerah seragam jenazahnya. “Saya memuji Anda karena dibutuhkan orang yang kuat untuk mengetahui seseorang telah menyakiti merekan juga untuk naik ke sana dan mengatakan apa yang baru saja Anda katakan. Aku tidak bisa membayangkan luka, rasa sakitnya. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Saya berterima kasih atas pengampunan Anda,” tambahnya.

Abdul Mumin juga berpesan bahwa Allah adalah Ghafururrahim, Zat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Pesam-pesan Abdul Mumin ini mendapatkan respek yang begitu besar dari seluruh komponen pengadilan, kepolisian, hingga warganet.