Anjuran Rasul, Jangan Berdoa dengen Doa yang Nanggung!

Anjuran Rasul, Jangan Berdoa dengen Doa yang Nanggung!

Kalau berdoa sekalian meminta yang tinggi, jangan nanggung!

Anjuran Rasul, Jangan Berdoa dengen Doa yang Nanggung!
bacaan doa setelah shalat tarawih (doa kamilin)

Setiap orang memiliki harapan dan keinginan, mulai dari orang ma’rifat (harapan dan keinginannya hanya Allah) hingga orang-orang ahli maksiat (harapan dan keinginannya adalah kesalahannya diampuni, lalu masuk surga). Karena harapan dan keinginan tersebut, setiap orang yang beriman dianjurkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah. Sayangnya, sebagian orang berdoa kepada Allah dengan permintaan yang ‘menggantung’ (nanggung) atau dengan kata lain doa yang disertai keragu-raguan. Padahal, Nabi Muhammad mengajarkan agar jika berdoa jangan nanggung dan tidak boleh ragu-ragu.

Bagaimanakah maksud dari “Jika berdoa jangan nanggung”? Diriwayatkan dari ‘Ubadah bin as-Shomit, bahwa Nabi Muhammad bersabda (dalam Jami’ at-Tirmidzi, hadis nomor 2531. Hadis ini dinyatakan shahih oleh Imam Tirmidzi):

عن عبادة بن الصامت ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال في الجنة مائة درجة ما بين كل درجتين كما بين الارض والسماء والفردوس اعلاها درجة ومنها تفجر انهار الجنة الاربعة ومن فوقها يكون العرش فاذا سالتم الله فسلوه الفردوس

Artinya: “Surga memiliki seratus tingkatan. Jarak antara masing-masing tingkat sebanding dengan jarak antara bumi dan langit, sementara (surga) Firdaus adalah tingkatan yang paling tinggi. Darinya (Firdaus) memancar empat sungai surga dan Arsy terletak di atasnya. Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah surga Firdaus”.

Hadis ini menunjukkan bahwa umat muslim tidak boleh nanggung kalau berdoa. Nabi Muhammad secara langsung mengambil contoh tingkatan surga dan menyebutkan surga yang paling tinggi tingkatannya adalah surga Firdaus. Dari sekian banyak surga yang telah disediakan Allah, Nabi Muhammad menganjurkan umatnya agar dengan percaya diri langsung saja meminta ditempatkan di surga yang paling istimewa, yakni surga Firdaus.

Umat muslim tidak boleh minder dengan berdoa (misalnya), “Ya Allah, hamba dimasukkan surga manapun boleh. Yang terpenting hamba masuk surga meskipun surga yang paling rendah”. Doa seperti ini ‘berbahaya’, sebab jika doanya meleset, maka ‘jatah surganya’ sudah habis karena minta ‘jatah surga’ yang paling rendah.

Berbeda dengan doa yang diajarkan Nabi Muhammad (meminta surga Firdaus). Jika doanya meleset, maka masih ada ‘jatah surga’ tersisa karena masih ada surga yang tingkatannya di bawah Firdaus.

Merasa percaya diri dalam berdoa menunjukkan keyakinan hati di dalam diri. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad yang diriwatkan oleh Imam Tirmidzi (di dalam Jami’ at-Tirmidzi, hadis nomor 3479. Hadis ini dinyatakan hasan oleh Imam Tirmidzi). Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad bersabda:

ادعوا الله وانتم موقنون بالاجابة

Artinya: “Berdoalah kepada Allah, dan Kalian memiliki keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan oleh Allah”.

Hadis ini mengajarkan umat muslim agar tidak meragukan Tuhannya yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mengabulkan segala doa. Umat muslim tidak boleh bimbang di dalam hati tentang apakah Allah akan mengabulkan doanya atau tidak, sebab Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya dengan bentuk yang terbaik, Di dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas (di dalam Shahih Muslim, hadis nomor 2678), disebutkan bahwa Nabi Muhammad bersabda:

اذا دعا احدكم فليعزم المسئلة ولا يقولن اللهم ان شئت فاعطني فانه لا مستكره له

“Ketika seseorang di antara kalian berdoa, maka bersungguh-sungguhlah dalam permintaannya (kepada Allah) dan jangan pernah berkata, ‘Ya Allah, jika Engkau berkenan, maka kabulkanlah doa ini’; karena sesungguhnya tidak ada yang memaksa-Nya”.

Dari hadis ini, ditunjukkan bahwa umat muslim ketika berdoa tidak boleh terbesit sedikit saja rasa khawatir apakah Allah berkenan mengabulkan atau tidak, sebab rasa khawatir itulah yang menunjukkan keraguan hati kepada Dzat yang Maha Mengabulkan segala doa hamba-Nya.(AN)

Wallahu A’lam.