Agama Semitik dan Non-Semitik Punya Tanggung Jawab yang Sama untuk Menjaga Lingkungan

Agama Semitik dan Non-Semitik Punya Tanggung Jawab yang Sama untuk Menjaga Lingkungan

Kesadaran agama untuk menjaga lingkungan harusnya perlu digaungkan dan menjadi tanggung jawab semua agama.

Agama Semitik dan Non-Semitik Punya Tanggung Jawab yang Sama untuk Menjaga Lingkungan
Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Prof. Ismatu Ropi, Ph.D

Selama ini gaung agama-agama semitik, seperti Yahudi, Kristen, Islam dalam menjaga lingkungan masih minim. Berbeda dengan agama-agama non-semitik seperti Hindu, Budha dan aliran kepercayaan yang justru memiliki kesadaran penuh, bahkan gaungnya sangat terasa.

Hal ini diungkap oleh Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ismatu Ropi, Ph.D saat membuka Seminar Nasional bertajuk Our Earth, Our Future: Masa Depan dan Takdir Umat Manusia di Tengah Bumi yang Sakit Perspektif Islam yang digelar di Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 13 Juni 2023.

“Perhatian terhadap lingkungan cenderung minim kesadaran oleh agama-agama Semitik seperti Yahudi, Kristen, dan Islam, sedang pada agama-agama non-Semitik seperti agama Hindu, Budha dan agama-agama lokal justru lebih maksimal,” tuturnya.

Menurut Ismatu Ropi, persoalan lingkungan ini juga dinilai memerlukan tanggungjawab tokoh dan umat agama-agama dunia sebagai bagian penyelamatan kehidupan umat manusia.

“Ini problem krisis momen spriritualitas kita, jadi tidak ada keberlanjutan dalam menjaga lingkungan, inilah pentingnya bahu-membahu menyadarkan secara kolektif dalam menyelesaikan berbagai problem lingkungan dan kehidupan kita ke depan,” terangnya.

Dekan Ushuluddin UIN Jakarta Dorong Riset-riset tentang Agama dan Lingkungan

Ismatu Ropi mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset tentang lingkungan menyusul pentingnya penguatan peran agama terhadap lingkungan.

Menurutnya, jika banyak dosen FU yang melakukan riset tentang lingkungan, maka dosen-dosen FU berkontribusi sebagai insan akademis terhadap penyelesaian problem lingkungan.

“Selain itu merupakan sumbangan besar bagi UIN Jakarta maupun masyarakat muslim secara umum.” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Ahmad Tholabi Kharlie, M.A menilai perubahan iklim sebagai isu serius yang dihadapi dunia saat ini.

Menurutnya, persoalan ini butuh respon sigap dari pemerintah dan berbagai kalangan karena tidak hanya berdampak pada keseimbangan ekologi, melainkan juga mengancam pada sector sentral seperti ekonomi, sosial dan kesehatan.

Bertempat di Ruang Teater H.A.R. Partosentono, lantai 4 Gedung Fakultas Ushuluddin, Seminar Internasional ini dihadiri pula oleh Prof. Dr. Media Zainul Bahri MA (Wadek I, Bidang Akademik), Dr. Lilik Ummi Kaltsum MA (Wadek II, Bidang Administrasi Umum), Dr. Eva Nugraha MA (Wadek III, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama), Selain itu, hadir juga Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.Ag., S.H., M.H., MA., sebagai keynote speaker.

(AN)