Ummu Syuraik, Perempuan yang Teguh Keislamannya Walau Disiksa Keluarga

Ilustrasi: Perempuan Kairo (Freeimage)

Ummu Syuraik, Perempuan yang Teguh Keislamannya Walau Disiksa Keluarga

Dalam sejarah Islam, perempuan juga mempunyai peran penting dalam ikut mendakwahkan ajaran agama Islam. Salah satu sosok perempuan yang mempunyai andil besar dalam mendakwahkan Islam adalah Ummu Syuraik.

Nama lengkapnya Ghaziyah bin Jabir bin Hakim ad-Dausiyah, beliau berasal dari kaum Quraisy Bani Amir bin Lu’ai dan berasal dari Kabilah Ghathafan, kabilah yang disegani oleh bangsa Arab.

Ummu Syuraik adalah sosok muslimah yang memegang teguh keimanannya dan termasuk para perempuan yang masuk Islam di masa awal. Beliau ikut mendakwahkan Islam dengan cara sembunyi-sembunyi, karena pada waktu itu kafir Quraisy begitu menentang dakwah Nabi SAW di Mekkah.

Read More

Kemampuannya mengakses jaringan perempuan-perempuan Quraisy dimanfaatkan untuk mendakwahkan agama Islam kepada para perempuan Quraisy supaya mencintai Islam, walaupun sangat berbahaya jika ketahuan oleh kafir Quraisy.

Dakwah yang dilakukan oleh Ummu Syuraik telah banyak membawa perempuan-perempuan Quraisy masuk Islam. Seuatu ketika dakwahnya diketahui oleh penduduk Mekkah dan kafir Quraisy, kemudian menangkapnya. Mereka berkata kepada Ummu Syuraik, “Andai bukan karena kaummu, tentu kami sudah menghabisimu. Kami akan mengembalikanmu pada kaummu”.

Dalam kitab Nisa’ Haula Rasul, dijelaskan setelah penangkapan tersebut. Datanglah keluarga suaminya, kemudian bertanya kepadanya, “Jangan-jangan engkau telah masuk kepada agama Muhammad SAW.”

Ummu Syuraik berkata, “Demi Allah SWT, aku telah masuk agama Muhammad SAW.”

“Kami akan menyiksamu dengan siksaan yang berat,” jawab salah satu keluarga.

Setelah itu mereka membawa Ummu Syuraik ke sebuah tempat dengan mengendarai unta lemah, yakni kendaraan mereka yang paling jelek dan kasar. Mereka hanya memberi makan Ummu Syuraik roti dan madu tanpa air minum, riwayat lain mengatakan selama tiga hari Ummu Syuraik tidak dikasih makan.

Ketika dalam perjalanan dan matahari berada di puncak panas yaitu tengah hari, mereka menurunkan Ummu Syuraik dan memukulinya. Mereka meninggalkannya di tengah terik matahari hingga hampir hilang akalnya, pendengarannya dan penglihatannya selama tiga hari.

Mereka kemudian singgah di sebuah tempat, dan  saat istirahat, mereka menjemur Ummu Syuraik di bawah terik matahari sementara mereka berteduh.  Pada hari ketiga inilah Ummu Syuraik berada dalam keadaan lemah, karena tidak diberi air minum sama sekali.

Tiba-tiba sesuatu yang dingin menimpa badan Ummu Syuraik. Setelah dilihat dan dipegang, ternyata adalah tetesan air dari sebuah ember. Maka Ummu Syuraik kemudian meminumnya sedikit, lalu ember tersebut terangkat dan kembali lagi. Ummu Syuraik mengambilnya lagi dan meminumnya lagi. Kejadian tersebut terjadi sebanyak tiga kali.

Ketika orang-orang yang membawanya terbangun, mereka amat terkejut karena melihat bekas tumpahan air ada dimana-mana dan mendapati Ummu Syuraik tampak lebih segar dari sebelumnya. Kemudian mereka menuduh Ummu Syuraik telah membuka wadah air yang dibawanya, lalu mengambil  air tersebut dan meminumnya.

Di hari ketiga inilah, orang-orang kafir yang membawa Ummu Syuraik memaksanya untuk meninggalkan Islam, setelah mengetahui bahwa Ummu Syuraik telah meminum air. Mereka memeriksa wadah air yang mereka bawa. Ternyata semuanya tetap utuh seperti semula. Melihat hal tersebut, mereka kemudian bertanya kepada Ummu Syuraik.

Ummu Syuraik yang sudah tidak lagi dapat mendengar dan menjawab, hanya bisa memberi isyarat dengan mengangkat telunjuk ke langit, itu semua dari Allah SWT.

Setelah memeriksa wadah air dan masih tertutup mereka kaget. Lalu mereka berkata, kami bersaksi bahwa Rabbmu adalah Rabb kami dan kami bersaksi bahwa yang telah memberikan rizki kepadamu di tempat ini. Orang-orang tersebut akhirnya masuk Islam dan ikut hijrah ke Madinah.

Ummu Syuraik adalah salah satu teladan bagi kaum perempuan. Beliau sosok perempuan yang memegang teguh keimanannya meskipun mendapatkan tekanan dan cobaan yang begitu berat. Walaupun seorang perempuan, ia juga ikut andil dalam mendakwahkan Islam dengan segala resiko yang telah dialaminya.

Hal ini juga menunjukkan bahwasa kaum perempuan juga mempunyai peranan penting dalam dakwah dan perpolitikan pada masa awal dakwah Islam. Sudah seharusnya perempuan-perempuan masa kini yang memiliki kapasitas keilmuan yang mumpuni, ikut mendakwahkan Islam yang ramah, karena bagaimanapun, kaum perempuan adalah aspek penting dalam kehidupan manusia.