Tahun Berapakah Isra’ Mi’raj Terjadi?

Tahun Berapakah Isra’ Mi’raj Terjadi?

Tahun Berapakah Isra’ Mi’raj Terjadi?

Di dalam surat Al-Isra [17] ayat 1, disebutkan perjalanan Isra’ Mi’raj diawali dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Itu artinya, bahwa tahun yang paling dekat dengan peristiwa ini adalah tahun sebelum terjadinya peristiwa hijrah. Namun, tepatnya tahun ke berapa, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat.

Musa bin ‘Uqbah meriwayatkan dari Ibnu Syihab, sebagaimana dikutip al-Qurthuby, bahwasanya:

أَنَّهُ أُسْرِيَ بِهِ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ قَبْلَ خُرُوجِهِ إِلَى الْمَدِينَةِ بِسَنَةٍ

“Sesungguhnya beliau Baginda Nabi diisra’kan menuju Baitu al-Maqdis sebelum beliau keluar (hijrah) dari Mekah menuju Madinah dengan jarak 1 tahun.”

Yunus juga meriwayatkan dari Ibnu Syihab dengan sanad yang disandarkan pada Urwah dan Aisyah radliyallahu ‘anhum, bahwasanya:

تُوُفِّيَتْ خَدِيجَةُ قَبْلَ أَنْ تُفْرَضَ الصَّلَاةُ. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَذَلِكَ بَعْدَ مَبْعَثِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعَةِ أَعْوَامٍ

“Sayyidah Khadijah wafat sebelum diwajibkannya shalat. Ibnu Syihab berkomentar: Tahun wafatnya beliau terjadi 7 tahun setelah diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Dua riwayat di atas, sekaligus memberi kesimpulan bahwa patokan utama dari terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah pasca wafatnya Sayyidah Khadijah dan sebelum Hijrah. Namun ada riwayat lain yang menyatakan dari al-Waqashy, bahwasanya Baginda Rasulillah SAW diisra’kan jelang 5 tahun setelah kenabian.

أُسْرِيَ بِهِ بَعْدَ مَبْعَثِهِ بِخَمْسِ سِنِينَ. قَالَ ابْنُ شِهَابٍ: وَفُرِضَ الصِّيَامُ بِالْمَدِينَةِ قَبْلَ بَدْرٍ، وَفُرِضَتِ الزَّكَاةُ وَالْحَجُّ بِالْمَدِينَةِ، وَحُرِّمَتِ الْخَمْرُ بَعْدَ أُحُدٍ

“Baginda Nabi diisra’kan pada tahun kelima setelah masa diutusnya beliau.” Ibnu Syihab berkomentar: “Puasa diwajibkan saat Nabi sudah ada di Madinah sebelum terjadinya Perang Badar. Zakat dan Haji diwajibkan di Madinah. Khamr diharamkan setelah peristiwa Perang Uhud.”

Namun, riwayat al-Waqashy ini tidak menjelaskan apakah hal itu pasca wafatnya Sayyidah Khadijah atau sebelumnya? Jika hal itu terjadi sebelum wafatnya Sayyidah Khadijah, maka mestinya beliau sudah melaksanakan shalat 5 waktu sebelum tahun mangkatnya. Dan itu hal yang sulit diterima, mengingat atsar dari Sayyidah Aisyah di atas, yang menyatakan kemangkatan Sayyidah Khadijah adalah terjadi sebelum diwajibkannya shalat fardhu.

Ibnu Ishaq menerangkan:

أُسْرِيَ بِهِ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى وَهُوَ بَيْتُ الْمَقْدِسِ، وَقَدْ فَشَا الْإِسْلَامُ بِمَكَّةَ فِي الْقَبَائِلِ

“Baginda Nabi diisra’kan dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha yakni Baitul Maqdis, sementara Islam saat itu sudah tersebar di beberapa qabilah di kota Mekah.”

Atsar dari Ibnu Ishaq ini secara tidak langsung menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj terjadi pada saat pemeluk Islam jumlahnya sudah semakin banyak. Dan itu memungkinkan disimpulkan bahwa tahun terjadinya peristiwa Isra-Mi’raj, adalah sudah mendekati masa-masa hijrah.

Apakah ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Sayyidah Khadijah telah melakukan shalat sebelum beliau mangkat? Ternyata ada, yaitu sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Yunus ibn Bukair. Dinyatakannya:

صَلَّتْ خَدِيجَةُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Sayyidah Khadijah telah menjalankan shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (sebelum mangkat).” (Syamsudin al-Qurthuby (w. 671 H), Al-Jami’u li Ahkami al-Qur’an, Tanpa Nama Kota: Al-Maktabah al-Syamilah al-Haditsah, tt., Juz 10, halaman 210)

Riwayat ini dipandang syadz karena bertentangan dengan keumuman riwayat yang lain, namun menjadi syahid bagi atsar riwayat al-Waqashy di atas.

Berdasarkan semua riwayat yang telah disebutkan, selanjutnya al-Qurthuby menukil pendapat dari Abu ‘Umar, yang menegaskan bahwa:

وَهَذَا يَدُلُّكَ عَلَى أَنَّ الْإِسْرَاءَ كَانَ قَبْلَ الْهِجْرَةِ بِأَعْوَامٍ، لِأَنَّ خَدِيجَةَ قَدْ تُوُفِّيَتْ قَبْلَ الْهِجْرَةِ بِخَمْسِ سِنِينَ وَقِيلَ بِثَلَاثٍ وَقِيلَ بِأَرْبَعٍ

“Ini semua secara tidak langsung menunjukkanmu indikasi bahwa sesungguhnya peristiwa Isra itu terjadi selang beberapa tahun sebelum peristiwa hijrah. Sayyidah Khadijah disebutkan wafat 5 tahun sebelum peristiwa hijrah, namun ada yang menyebut 3 tahun sebelum hijrah, dan ada juga riwayat 4 tahun sebelum hijrah.”

Mengenai jeda berapa tahun jedanya dengan Hijrah untuk peristiwa Isra’ Mi’raj ini terjadi, ada beberapa riwayat yang menyatakan demikian:

وَقَالَ الْحَرْبِيُّ: أُسْرِيَ بِهِ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ مِنْ شَهْرِ رَبِيعٍ الْآخِرِ قَبْلَ الْهِجْرَةِ بِسَنَةٍ

Al Harbi berkata: “Nabi diisra’-kan pada malam 27 dari bulan Rabi’ul Akhir, 1 tahun sebelum Hijrah.”

وقال أبو بكر محمد بن على ابن الْقَاسِمِ الذَّهَبِيُّ فِي تَارِيخِهِ: أُسْرِيَ بِهِ مِنْ مَكَّةَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ، وَعُرِجَ بِهِ إِلَى السَّمَاءِ بَعْدَ مَبْعَثِهِ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ شَهْرًا

Abu Bakar Muhammad ibn Ali ibn Al-Qasim Al-Dzahabi dalam kitab Tarikhnya menyatakan: “Beliau diisra’kan mulai dari Mekah ke Baitul Maqdis lalu Mi’raj menuju langit setelah masa diutusnya beliau selang 18 bulan.”

Pendapat dari Abu Bakar al-Dzahabi ini dikomentari oleh Abu Umar, sebagai berikut:

 قَالَ أَبُو عُمَرَ: لَا أَعْلَمُ أَحَدًا مِنْ أَهْلِ السِّيَرِ قَالَ مَا حَكَاهُ الذَّهَبِيُّ، وَلَمْ يُسْنِدْ قول إِلَى أَحَدٍ مِمَّنْ يُضَافُ إِلَيْهِ هَذَا الْعِلْمُ مِنْهُمْ، وَلَا رَفَعَهُ إِلَى مَنْ يُحْتَجُّ بِهِ عَلَيْهِمْ

“Aku tidak melihat seorang pun ahli sirah yang menyatakan seperti apa yang disampaikan al-Dzahabi. Ia tidak menyandarkan pernyataannya itu kepada seorang perawi pun yang bisa diterima pengetahuannya. Bahkan sama sekali tidak disampaikannya mengenai siapa-siapa yang telah berhujjah sebagaimana pernyataan Al-Dzahabi itu.”

Kesimpulan

Alhasil, yang bisa disimpulkan dari perbandingan atsar ini, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Bahwa peristiwa Isra’ – Mi’raj terjadi ketika Nabi masih berada di kota Mekah
  2. Peristiwa Isra – Mi’raj terjadi pasca Sayyidah Khadijah radliyallahu ‘anha wafat
  3. Kisaran tahun terjadinya Isra’-Mi’raj itu adalah antara 5-3 tahun sebelum peristiwa Hijrah
  4. Peristiwa yang menyatakan Isra’ Miraj terjadi dengan selang 1 tahun sebelum Hijrah termasuk pendapat yang lemah, mengingat ada salah sebut tanggal terjadinya.