Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 11-14: Ini Kelompok yang Paling Tinggi Posisinya di Akhirat Kelak

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 11-14: Ini Kelompok yang Paling Tinggi Posisinya di Akhirat Kelak

Tafsir surat al-Waqi’ah ayat 7 sampai 10

Tafsir Surat Al-Waqi’ah Ayat 11-14: Ini Kelompok yang Paling Tinggi Posisinya di Akhirat Kelak

Dalam surat al-Waqi’ah ayat 7-10, Allah SWT telah menerangkan tentang kondisi manusia di akhirat kelak. Seluruh manusia ketika dibangkitkan akan dibagi menjadi tiga golongan:  golongan baik diistilahkan dengan golongan kanan; golongan buruk golongan kiri; dan terakhir adalah golongan pilihan di antara yang baik. Golongan terakhir ini disebut dengan al-sabiqun. Sifat dari golongan terakhir ini dijelaskan dalam ayat 11-14.

Allah SWT berfirman:

أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ () فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ () ثُلَّةٌ مِنَ الْأَوَّلِينَ () وَقَلِيلٌ مِنَ الْآَخِرِينَ

Ulaikal muqarrabun. Fi jannatin na’im.  Tsullatum minal awwalin. Waqalilum minal akhirin.

Artinya:

“Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah. Berada dalam surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.” (QS: Al-Waqi’ah ayat 11-14) 

Imam Jalaluddin Al-Mahalli dalam Tafsir Jalalain menjelaskan kata awwalin pada ayat 13 maknanya adalah al-umam al-madhiyah (umat-umat terdahulu), yaitu umat Nabi Muhammad SAW. Lebih lanjut, Imam al-Shawi dalam Syarah Tafsir Jalalain menafsirkan kata tsullatun pada ayat 13 dengan arti jama’atun minan nass (segolongan besar dari manusia).

Ringkasnya, keempat ayat di atas menjelaskan kondisi golongan ketiga, mulai dari derajat, tempat, dan asal usulnya. Penjelasannya sebagai berikut:

Pertama, golongan ketiga ini memiliki derajat yang sangat tinggi, sehingga mereka dapat kemuliaan di akhirat kelak, yaitu dapat melihat Allah SWT. Dalam Syarah Tafsir Jalalain , Imam al-Shawi menjelaskan, golongan ketiga adalah yang didekatkan. Maksudnya, mereka dekat dan tinggi kedudukannya. Allah memilih mereka sebagai kelompok yang dapat melihat Dzat-Nya di surga nanti.

Kedua, tempat mereka adalah di surga. Mereka dapat melihat Allah di surga. Bagaimana bentuk kenikmatan yang diporeleh kelompok ketiga ini nanti akan dijelaskan pada ayat 15-26.

Ketiga, sebagian besar golongan ketiga ini berasal dari umat para nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW. Dan sebagian kecil dari umat Nabi Muhammad. Imam al-Shawi menjelaskan, yang masuk golongan ketiga ini adalah mereka yang lebih dahulu secara langsung beriman pada para Nabi dan hidup semasa dengan mereka. Yang berasal dari umat sebelum Nabi Muhammad lebih banyak, sebab para Nabi sebelum Nabi Muhammad juga lebih banyak dibanding diri Nabi Muhammad sendiri. Dan setiap Nabi tersebut memiliki umat yang beriman langsung. Tentu saja lebih banyak dibanding umat Nabi Muhammad yang lebih dahulu beriman serta berkesempatan hidup semasa dengan Nabi Muhammad.

Sebagian ulama mentafsirkan bahwa kata al-awwalin pada ayat 13 adalah golongan terdahulu dari umat Nabi Muhammad, sedang al-akhirin pada ayat 14 adalah selain dari mereka. Sehingga di sini tidak menyinggung tentang umat para Nabi sebelum Nabi Muhammad. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya.

Imam Fakhruddin al-Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib menambahkan, pendapat lain ada yang mengatakan kata al-awwalin itu maksudnya adalah Sahabat Anshar dan Muhajirin, dan maksud dari surat al-Waqi’ah ayat tujuh itu hanya membicarakan umat Nabi Muhammad, tidak bicara tentang manusia secara keseluruhan atau umat-umat sebelum Nabi Muhammad SAW.