Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 93-94: Perjalanan Zulkarnain Menghadapi Ya’juj dan Ma’juj

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 93-94: Perjalanan Zulkarnain Menghadapi Ya’juj dan Ma’juj

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 93-94: Perjalanan Zulkarnain Menghadapi Ya’juj dan Ma’juj

Pada perjalan ketiga yang diceritakan Al-Qur’an ini, Zulkarnain menjelajahi suatu masyarakat yang dizalimi oleh Ya’juj dan Ma’juj. Zulkarnain pun berupaya membantuk masyarakat tersebut. Terkait cerita tersebut, Allah SWT berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ ٱلسَّدَّيْنِ وَجَدَ مِن دُونِهِمَا قَوْمًا لَّا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا () قَالُوا۟ يَٰذَا ٱلْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰٓ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Hatta idza balagho bainas saddaini wajada min dunihima qoumal la yakaduna yafqohuna qoula () Qolu yadzal Qornaini inna Ya’juja wa Ma’juja mufsiduna fil ardhi fa hal naj‘alu laka khorjan ‘ala an taj‘ala bainana wa bainahum sadda ()

Artinya:

“Hingga apabila telah sampai di antara dua gunung, dia mendapati di dekat keduanya suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Zulkarnain, Ya’juj dan Ma’juj itu benar-benar perusak di muka bumi ini, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran pada Anda supaya Anda membuat suatu dinding antara kami dan mereka.” (QS: Al-Kahfi ayat 93-94)

Perjalanan Zulkarnain yang ketiga dalam surat al-Kahfi ini menuju dua gunung. Para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai di mana dua gunung tersebut berada. Bagi ulama tafsir yang berpendapat Zulkarnain adalah Alexander dari Macedonia, dua gunung yang dimaksud berada di Azerbaijan dan Armenia. Akan tetapi, menurut Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wat Tanwir, ia berpendapat bahwa dua gunung itu berada di wilayah yang membatasi Cina dan Mongolia.

Mereka yang dikunjungi oleh Zulkarnain itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Ketidakmengertian mereka bisa karena memang kurang cerdas atau bahasa mereka sangat asing. Menurut Syekh Nawawi Banten dalam Murah Labid, mereka itu keturunan putra Adam, yaitu Yafits. Sementara, Zulkarnain keturunan Sam. Lantas siapakah Ya’juj dan Ma’juj yang selalu berbuat kerusakan ini?

Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah sebagaimana mengutip Thabathba’i, mengatakan bahwa mereka itu dalam bahasa Cina adalah Munkuk atau Muncuk. Sementara itu, Ibnu ‘Asyur cenderung memahami Ya’juj dan Ma’juj adalah aneka suku atau satu bangsa yang memiliki dua suka besar yaitu Tatar dan Mongol. Atau, asal mereka adalah Ma’juj lalu suku-sukunya disebut dengan berbagai nama, antara lain Ya’juj, Tatar, Turkuman, dan Turki.

Menurut Quraish Shihab, jika kita sependapat bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah Mongol dan Tatar, sejarah mencatat bahwa Jangiskhan (1167-1227 M) adalah seorang panglima dari Mongolia yang berhasil mendirikan kerajaan besar menguasai semua wilayah antara Cina dan Laut Hitam. Sedang cucunya, Holako (sekitar 1217-1265 M) berhasil menaklukkan penguasa-penguasa Persia dan menaklukkan dinasti Abasiah di Baghdad pada 1258 M, serta menduduki Suriah, tetapi kemudian dihancurkan tentaranya oleh kaum muslimin di bawah pimpinan Baibers pada masa Sultan Quthuz (al-Malik al-Muzhaffar) pada pertempuran di ‘Ain Jalut, satu daerah di Palestina pada 1260 M.

Kaum ini meminta pertolongan Zulkarnain untuk dibuatkan dinding besar agar Ya’juj dan Ma’juj tidak dapat mengakses daerah mereka. Bahkan mereka bersedia membayar upah untuk pembuatan dinding besar tersebut. Inilah yang disampaikan oleh Syekh al-Sya‘rawi dalam tafsirnya.