Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 100-101: Orang Tak Beriman Akan Ditampakkan Neraka di Padang Mahsyar

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 100-101: Orang Tak Beriman Akan Ditampakkan Neraka di Padang Mahsyar

Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 100-101: Orang Tak Beriman Akan Ditampakkan Neraka di Padang Mahsyar

Menurut Quraish Shihab, setelah Ya’juj dan Ma’juj dihimpun pasca peniupan sangkakala kedua, ayat ini menguraikan peristiwa setelah itu. Akan tetapi, ayat ini diuraikan bukan lagi bagian dari kisah Zulkarnain dan Ya’juj serta Ma’juj, tetapi ayat ini menyangkut semua orang-orang kafir. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman:

وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَٰفِرِينَ عَرْضًا () ٱلَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِى غِطَآءٍ عَن ذِكْرِى وَكَانُوا۟ لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا

Wa ‘arodhna jahannama yauma’idzil lil kafirina ‘ardho () alladzina kanat a‘yunuhum fi ghithoo’in ‘an dzikri wa kanu la yastathi‘una sam‘a ()

Artinya:

“Kami tampakkan Jahannam pada hari kiamat kepada orang-orang kafir sejelas-jelasnya. Yaitu orang-orang yang mata mereka dalam keadaan tertutup terhadap peringatan-peringatan-Ku dan mereka tidak sanggup mendengar.” (QS: Al-Kahfi Ayat 100-101)

Menurut Imam al-Thabari dalam tafsirnya, orang-orang kafir melihat Jahannam itu seperti halnya gejala optis yang tampak pada permukaan yang panas, yang kelihatan seperti genangan air atau fatamorgana. Ia tampak di depannya seperti bayang-bayang air karena sangat panas.

Menurut Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim, terdapat tujuan orang-orang tak beriman pada Tuhan Yang Maha Esa diperlihatkan neraka Jahannam terlebih dahulu sebelum mereka memasukinya. Tujuannya adalah agar mereka merasakan kepedihan, kesengsaraan, dan kesusahan sebelum memasuki neraka.

Mengenai orang-orang tak beriman digiring di Padang Mahsyar dan diperlihatkan neraka, Imam Ibnu Katsir mengutip sebuah hadis dari sahabat Ibnu Mas‘ud yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Jahannam itu didatangkan. 7o ribu tali disediakan pada hari kiamat untuk membawa Jahannam. Setiap satu tali terdapat 70 ribu malaikat yang menariknya” (HR Muslim).

Menurut Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Murah Labid li Kasyf Ma‘na Al-Qur’an al-Majid, maksud a‘yunuhum ‘mata mereka’ adalah mata hati mereka, dan mereka itu dalam keadaan tertutup mengingat Allah dan mempelajari Al-Qur’an agar mendapatkan hidayah.  Sementara itu, al-Thabari menyebutkan maksud dari mereka itu tidak sanggup mendengar karena mereka sudah hilang akalnya menerima kebenaran.

Imam al-Baghawi dalam Ma‘alim al-Tanzil fi Tafsir Al-Qur’an menyatakan bahwa maksud mereka itu tidak sanggup mendengar adalah mereka tidak ingin mendengarkan apa yang Rasulullah ajarkan dan bacakan pada mereka karena begitu dahsyatnya mereka memusuhi Rasulullah SAW.