Syifa’ binti Abdullah al-‘Adawiyah, Perempuan Penjaga Pasar Pada Masa Umar bin Khattab

Syifa’ binti Abdullah al-‘Adawiyah, Perempuan Penjaga Pasar Pada Masa Umar bin Khattab

Penjaga pasar pada masa Umar bin Khattab tidak dijabat oleh seorang laki-laki melainkan sahabat perempuan bernama Syifa’ binti Abdullah.

Syifa’ binti Abdullah al-‘Adawiyah, Perempuan Penjaga Pasar Pada Masa Umar bin Khattab
ilustrasi

Tidak seperti pada masa sebelumnya yang hanya memberikan wewenang ini pada laki-laki saja. Pada masa awal Islam profesi ini diberikan kepada perempuan. Dialah Syifa’ binti Abdullah, bertugas menjaga pasar pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khattab.

Nama lengkapnya Syifa’ binti Abdullah bin Abd Syams bin Khalaf bin Syaddad al-Qursyiah al-‘Adawiyah. Pendapat lain menyebutkan bahwa nama aslinya adalah Laila. Ibunya bernama Fatimah binti Wahab. Syifa’ masih memiliki hubungan kerabat dengan Nabi, yaitu bibinya yang bernama Atikah menikah dengan paman Nabi yang bernama Zubair bin Abdul Muttalib. Sedangkan pamannya yang bernama Hubairah menikahi sepupu Nabi, yaitu Ummu Hani’. 

Terlepas dari hubungan tersebut, Syifa’ terkenal sebagai orang yang dekat dengan Nabi. Rasulullah SAW seringkali bertamu dan mengunjungi rumah Syifa’. Perempuan kaum muhajirin ini pun menyediakan tempat tidur husus untuk Nabi di rumahnya. 

Syifa’ termasuk salah seorang perempuan yang memeluk agama Islam pada masa awal. Dia membaiat Nabi dan rela meninggalkan suaminya yang belum memeluk agama Islam. Ketika kaum muslimin berhijrah ke Madinah, Syifa bersama putra kecilnya, Sulaiman bin Abi Hatsamah juga turut hijrah ke Madinah. Rasulullah SAW pun membangun rumah untuk Syifa’ dan Sulaiman di Madinah.

Kedekatan ini juga mendapat pengakuan dari Umar bin Khattab, suatu hari Umar mengundang Syifa’ binti Abdullah untuk makan bersamanya. Saat itu juga ada saudara Umar yang bernama Atikah binti Asid. Umar berbincang-bincang dan memperlakukan keduanya dengan baik. 

Melihat perlakuan Umar pada Syifa’, Atikah protes seakan iri padanya, Umar pun menjawab dengan tegas, “Sesungguhnya Syifa’ ini adalah perempuan yang sangat dekat dengan Nabi dibandingkan kamu”.

Syifa’ merupakan perempuan yang cerdas dan termasuk perempuan terkemuka pada masanya. Umar bin Khattab sering berdiskusi dengannya dan menerima pendapat-pendapat yang diajukan oleh Syifa’. 

Pada masa pemerintahan khalifah Umar, Syifa’ dipilih oleh sang khalifah sebagai orang yang bertugas menjaga pasar. Profesi ini tidak mungkin diberikan kepada orang yang biasa saja. Melihat tugasnya yang cukup berat dan membutuhkan kecakapan khusus. Di antara tugas penjaga pasar adalah mengontrol jalannya perdagangan supaya tertib, tidak terjadi penipuan, kecurangan, riba, dan lain sebagainya. 

Ketika usia Syifa’ binti Abdullah sudah tidak muda lagi, putranya Sulaiman, protes pada sang Khalifah mengenai pekerjaan ibunya itu. Umar pun menugaskan Sulaiman untuk membantu ibunya dalam mengemban amanah tersebut. Ibu dan anak itupun melakukan tugas mulia ini secara bersama dengan baik. 

Demikianlah perempuan pada saat itu. Kualitas dan keahlian menjadi dasar utama untuk menjadikan seseorang terus maju dan mengembangkan potensinya. Wallahu ‘alam.

Artikel ini kerjasama Islamidotco dan Rumah KitaB

 

Baca juga artikel lain tentang Muslimah Bekerja.