Siapa yang Mengawali Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Saat Lebaran?

Siapa yang Mengawali Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Saat Lebaran?

Siapa yang Mengawali Ucapan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Saat Lebaran?
Ilustrasi: tradisi bermaaf-maafan dalam lebaran

Lebaran, atau Idul Fitri, adalah momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Di hari yang suci ini, umat Muslim saling mengucapkan selamat dan berbagi kebahagiaan. Salah satu ucapan yang paling umum terdengar adalah Taqabbalallahu minna wa minkum, yang berarti “Semoga Allah menerima (amal ibadah) kita dan Anda.” Namun, tahukah kamu siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat ini?

Menurut riwayat yang disampaikan oleh al-Baihaqi dalam Sunan Kubro, terdapat sebuah bab yang membahas ucapan selamat di hari raya dengan kata-kata tersebut. Dalam riwayat yang dikemukakan oleh Khalid bin Ma’dan, ia menceritakan pertemuannya dengan Watsilah bin al-Asqa’ pada hari Idul Fitri.

عن خالد بن معدان قال لقيت واثلة بن الأسقع في يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . فقال : نعم ، تقبل الله منا ومنك . قال واثلة لقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوم عيد فقلت تقبل الله منا ومنك . قال : نعم  تقبل الله منا ومنك

Dari Khalid bin Ma’dan, “Aku berjumpa dengan Watsilah bin al Asqa’ pada hari ied lantas kukatakan taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban beliau, “Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”. Watsilah lantas bercerita bahwa beliau berjumpa dengan Rasulullah pada hari ied lalu beliau mengucapkan, “taqabbalallu minna wa minka”. Jawaban Rasulullahadalah“Na’am, taqabbalallahu minna wa minka”

Hadis tersebut dimasukkan oleh Imam al-Baihaqi dalam bab Ma Ruwiya fi Qaul an-Nas Yaum al-‘Id Ba’duhum li Ba’d Taqabbalallahu minna wa Minka. (Bab berisi riwayat tentang ucapan selamat ketika hari ied dengan kata-kata taqabballahu minna wa minka).

Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa Watsilah  pernah mengucapkan hal yang sama kepada Rasulullah Muhammad SAW pada hari raya, dan Rasulullah pun menjawab dengan kalimat yang sama. Ini menunjukkan bahwa ucapan tersebut sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Meski Al Hafizh Abu Ahmad bin Adi menyatakan bahwa hadits ini memiliki status yang lemah, namun al-Baihaqi juga mencatat bahwa ia menemukan sanad lain yang menyebutkan ucapan tersebut secara mauquf (dari sahabat) dan tidak marfu’ (dari Nabi). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada keraguan mengenai keabsahan sanad, ucapan tersebut tetap memiliki akar yang kuat dalam tradisi Islam.

Di sisi lain, terdapat riwayat dari Adham, mantan budak Umar bin Abdul Aziz, yang menyatakan bahwa mereka juga mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minka kepada Umar. Ia menjelaskan bahwa Umar pun tidak mengingkari ucapan tersebut. Ini juga menunjukkan bahwa tradisi ini telah diterima secara luas di kalangan umat Islam.

Ibnu Turkumani dalam al-Jauhar al-Naqiyyi menyebutkan bahwa ada hadits yang lebih kuat mengenai ucapan ini. Ia mengutip Muhammad bin Ziyad yang menyebut bahwa ia bersama Abu Umamah al-Bahili dan sahabat Nabi lainnya, dan mereka saling mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minka setelah shalat Id. Ahmad bin Hanbal pun menilai sanad hadits ini sebagai jayyid (baik).

Dalam Fathul Bari, al-Hafizh Ibnu Hajar juga mencatat bahwa para sahabat Nabi saling mengucapkan kalimat ini ketika bertemu pada hari raya. Ini menunjukkan bahwa tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya umat Islam sejak zaman Nabi.

Dengan demikian, meskipun ada perdebatan mengenai keabsahan beberapa riwayat, jelas bahwa ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum telah menjadi bagian integral dari perayaan Idul Fitri dan sudah ada sejak masa Nabi Muhammad SAW. Ucapan ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga merupakan ungkapan harapan dan doa agar amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam.