Selain Nabi Isa, Ini Beberapa Bayi yang Bisa Bicara

Selain Nabi Isa, Ini Beberapa Bayi yang Bisa Bicara

Ini beberapa nama bayi yang bisa bicara

Selain Nabi Isa, Ini Beberapa Bayi yang Bisa Bicara
Foto: Pexels/Pixabay

Bayi biasanya dapat mengatakan sepatah atau dua patah kata ketika sudah menginjak usia dua tahun. Tapi tahukah anda bahwa di dunia ini terdapat bayi yang dapat berbicara dengan jelas walaupun masih dalam buaian, siapakah mereka? Salah satu nama dari mereka terdapat di dalam Al-Qur’an, ialah Nabi Isa As, yang diberikan Allah Mukjizat dapat berbicara ketika hendak membela ibunya yaitu Maryam. Selain Nabi Isa, dalam riwayat Bukhari didokumentasikan juga beberapa bayi yang bisa bicara. Riwayat lengkapnya sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ بَيْنَا امْرَأَةٌ تُرْضِعُ ابْنَهَا إِذْ مَرَّ بِهَا رَاكِبٌ وَهِيَ تُرْضِعُهُ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ لَا تُمِتْ ابْنِي حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ هَذَا فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ ثُمَّ رَجَعَ فِي الثَّدْيِ وَمُرَّ بِامْرَأَةٍ تُجَرَّرُ وَيُلْعَبُ بِهَا فَقَالَتْ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ ابْنِي مِثْلَهَا فَقَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا فَقَالَ أَمَّا الرَّاكِبُ فَإِنَّهُ كَافِرٌ وَأَمَّا الْمَرْأَةُ فَإِنَّهُمْ يَقُولُونَ لَهَا تَزْنِي وَتَقُولُ حَسْبِيَ اللَّهُ وَيَقُولُونَ تَسْرِقُ وَتَقُولُ حَسْبِيَ اللَّهُ

Artinya:

“Abu Hurairah (w. 57 H) radhiallahu’anhu mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada seorang wanita dari kalangan Bani Israil yang ketika sedang menyusui bayinya lewat seorang laki-laki tampan dan gagah sambil menunggang tunggangannya di hadapan wanita itu. Wanita itu berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau matikan anakku sebelum dia menjadi seperti pemuda itu’. Maka spontan saja bayinya berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti dia’. Lalu dia kembali mengisap puting susu ibunya’. Kemudian keduanya lewat di hadapan seorang wanita yang sedang diseret dan dipermainkan lalu ibu sang bayi berkata, ‘Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti dia’. Maka sang bayi berkata, ‘Ya Allah, jadikanlah aku seperti dia’. Bayi itu selanjutya berkata, ‘Sesungguhnya pemuda penunggang itu adalah orang kafir sedangkan wanita tadi, orang-orang menuduhnya kamu telah berbuat zina namun dia berkata, ‘Cukuplah bagiku Allah (sebagai Pelindung)’,  dan orang-orang mengatakan kamu mencuri maka dia pun tetap berkata, ‘Cukuplah bagiku Allah (sebagai Pelindung).’” (HR: Bukhari)

Dalam riwayat yang lain, seperti riwayat Ibnu Hibban dan Hakim, disebutkan di antara bayi yang dapat berbicara saat masih dalam buaian di antaranya ialah Juraij. Ibnu Hajar Al-Asqalani menambahkan ada anak dari Masyitah (anak dari raja Fir’aun) ketika ia hendak dilempar ke dalam api, saksi dari Nabi Yusuf, anak dari Ashabul Ukhdud (orang yang dilemparkan ke parit dan dibakar, karena tidak ingin menjadi kafir)

Sebagian riwayat ada yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW hanya menyebutkan tiga, yaitu juraij, Nabi Isa, dan anak dari hadis di atas. Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari menyebutkan bahwa saat itu Rasulullah SAW belum diberi tahu oleh Allah saat menyampaikan hadis tersebut, lalu Rasulullah SAW menyampaikan riwayat riwayat yang lain bahwa terdapat bayi yang dapat berbicara saat masih dalam buaian selain tiga orang tersebut.

[Artikel ini bagian dari program One Day One Hadis yang diinisiasi Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah. Pesantren ini didirikan Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Pesantren Darus-Sunnah saat ini dalam tahap pengembangan dan pembangunan, bagi yang mau berdonasi silahkan klik link ini]