Sebutan “Cebong” dan “Kampret” Bukan Ajaran Islam

Makhluk penebar kebencian ada di mana-di mana dan ternyata ada namanya: Homo Hasadus. Apakah kita termasuk jenis ini? Ilustrasi by Toto Prastowo

Sebutan “Cebong” dan “Kampret” Bukan Ajaran Islam

Dua label yang sering muncul di media sosial belakangan ini sangat tidak mendidik. Label-label buruk untuk seseorang, baik secara tertulis maupun tidak tertulis, jelas bukan ajaran Islam dan bukan akhlak Rasulullah.

Saat ini, sebutan cebong dan kampret sering digunakan oleh para aktivis media sosial yang pro dengan pemerintah maupun kontra pemerintah. Sebutan cebong atau bong dari oposisi untuk yang pro pemerintah, sedangkan orang-orang yang pro pemerintah melabeli oposisi dengan sebutan kampret. Terlebih jika momen tahun politik. Maka sangat potensial untuk saling hujat-menghujat dengan lawan politiknya. Label-label dan gelar-gelar buruk pun akan sangat mudah dikeluarkan.

Namun ada juga sebagian yang hanya sekedar ikut-ikutan karena mungkin dianggap sesuatu yang biasa dan tidak berdampak apa-apa. Padahal sejatinya menjuluki seseorang dengan hal-hal yang tidak baik pasti akan merasakan sakit hati, merasa diinjak-injak kehormatannya. Ini menandakan bahwa rakyat Indonesia masih terjebak dalam pusaran politik yang a moral.

Read More

Yang membuat saya tidak habis fikir adalah sebutan dan label-label buruk tersebut justru banyak dilakukan oleh orang Islam sendiri. Sebenarnya apa yang melatarbelakangi ini semua? Jelas sebuah kepentingan, baik kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok, bukan kepentingan umat dan bangsa Indonesia.

Mereka belum sampai pada titik puncak kesadaran bahwa seluruh manusia di muka bumi ini adalah saudara, saudara sebangsa dan setanah air, serta saudara sesama manusia. Mahluk ciptaan Allah yang satu dari tanah dan roh.

Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga kehormatan manusia, menjaga fitrah manusia dan menjaga kemuliaan manusia. Kehidupan manusia adalah hal suci. Jangan kotori dengan hal-hal yang dapat merusak kehormatan manusia.

Sebutan cebong dan kampret akan berdampak pada penodaan kehormatan manusia, dan mencemarkan nama baik manusia. Maka sebutan, julukan-julukan dan gelar-gelar tidak baik termasuk dalam kategori mencela, mencaci dan mengolok-olok, yang semua itu dilarang oleh Islam. Perhatikan firman Allah berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan janganlah pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman.” (Q.S Al-Hujurat: 11)

Segala macam julukan baik cebong, kampret ataupun lainnya yang dapat menodai kehormatan seseorang sangat dilarang keras oleh Islam. Maka dari itu, berhentilah menggunakan kata atau julukan-julukan dan gelar-gelar yang tidak baik karena sejatinya ucapan dan sebutan itu akan kembali pada diri mereka sendiri. Mari kita junjung nilai-nilai persatuan dan kesatuan dengan cara menghargai orang lain.

Wallahu A’lam