Pujian Rasulullah Terhadap Umar bin Khathab

Pujian Rasulullah Terhadap Umar bin Khathab

Pujian Rasulullah Terhadap Umar bin Khathab
Umar bin Khatab

Ketika awal dakwah Islam Rasulullah Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT agar dakwah Islam ditolong oleh dua Umar atau salah satu dari keduanya, yakni Umar bin Khathab dan Umar bin Hisham (Abu Jahal). Dan Allah SWT mengabulkan doa Rasulullah Muhammad SAW tersebut dengan masuk Islamnya Umar bin Khathab, sementara Umar bin Hisham (Abu Jahal) tetap dalam kekafirannya.

Umar bin Khathab memang saat itu dikenal dengan pendekarnya bangsa Mekah. Tak ada satupun orang dari penduduk Mekah yang berani dengan Umar. Namanya sangat terkenal dikalangan pegulat di jazirah Arab kala itu. Pribadinya yang tegas, berani dan berwibawa membuatnya menjadi perhatian Rasulullah Muhammad SAW

Sebelum masuk ke agama Islam Sayyidina Umar bin Khathab sempat tidak suka dengan dakwah yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW Namun, setelah beliau mengikrarkan dirinya sebagai Muslim dan pecinta Nabi Muhammad SAW beliau sangat perhatian dengan dakwah Islam – bahkan menurut sejarah Islam ketika masa kekhalifahan Umar, tiga seperempat dunia dibawah kekuasaan Islam – jiwanya, hidupnya, pehartiannya, dan hartanya beliau curahkan untuk Muhammad SAW dan Islam.

Nabi Muhammad SAW sangat mencintainya dan beliau sangat mencintai Nabinya. Rasulullah Muhammad SAW memberikan julukan kepada Umar, yakni al faruq bermakna orang yang dapat memisahkan antara kebenaran dan kebatilan.

Nabi Muhammad bersabda :

أقواكم في دين الله  عمر ؛ قوله الحق و ما له في الناس من الصديق

Artinya : “Yang paling teguh dalam melaksanakan agama Allah (syariat Islam) ialah Umar. Perkataanya adalah benar dan yang ia miliki dari (kepribadian) manusia adalah kejujuran.”

Hadis di atas terdapat di dalam kitab Nashaihud Diniyyah Karya Sayyidil Imam Abdullah bin Alwi al Haddad cetakan Darul Hijrah halaman 35.

Sayyidina Umar adalah sosok sahabat Nabi Muhammad SAW yang teramat tegas dalam melaksanakan syariat Allah. Beliau selalu berpegang teguh dengan ajaran agamanya dalam menjalankan setiap urusannya. Beliau merupakah tauladan dalam menegakkan keadilan dan menyeru melaksanakan untuk kebaikan serta mencegah kemungkaran. Umar selalu berdiri di atas kebenaran dan menegakkan keadilan atas kawan dan lawannya.

Sayyidina Umar tidaklah berbicara kecuali mengandung kebenaran dan kemaslahatan. Dan ini adalah ciri orang-orang yang beriman. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda : “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata perkataan yang baik atau diam”. Perkataan yang baik dan benar muncul dari orang-orang yang memiliki hati dan lisan yang baik. “Orang bijak ialah orang yang berpikir terlebih dahulu sebelum ia berucap.”

Nabi Muhammad SAW bersabda “Sungguh, kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan akan menuntun kepada surga. Dan sesungguhnya seorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur”.  Kejujuran yang dimiliki seseorang akan mengantakannya kepada pelaksanaan amal-amal kebaikan. Orang-orang yang senantiasa membiasakan dirinya untuk bersikap jujur, maka Allah akan mudahkan dirinya untuk mengerjakan kebaikan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

 

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Berpegah teguh dengan agama Allah dan perkataan yang benar serta pribadi yang jujur dalam diri Sayyidina Umar bin Khathab hendaknya kita jadikan tauladan.