Parenting Islami: Tips untuk Orang Tua di Hari Pertama & Awal Sekolah Bagi Anak

Parenting Islami: Tips untuk Orang Tua di Hari Pertama & Awal Sekolah Bagi Anak

Bagaimana menjadi orang tua agar dapat memahami Hari Pertama Sekolah ini?

Kemarin, 15 Juli 2019, adalah momen pertama anak-anak masuk sekolah. Banyak pihak meminta supaya orang tua hadir saat anak-anak masuk pertama kali di sekolah. Harapanya supaya anak-anak siap untuk memasuki dunia baru.

Namun, kehadiran secara fisik saja tidak cukup untuk pendidikan anak. Jangan salah, masih banyak hal yang perlu orang tua lakukan untuk mendampingi pendidikan anak supaya bisa tumbuh dan berkembang secara maksimal.

Memang, tidak ada cara pasti untuk menjadikan anak sebagai pribadi unggul, saleh/salehah. Namun, tips ini mungkin bisa membantu para orang tua supaya lebih siap mendampingi anak dalam belajar di sekolah barunya.

Read More

Pertama, Saat ke sekolah, orang tua perlu rileks

Saya mengamati beberapa orang tua saat datang ke sekolah penuh dengan ketegangan. Mukanya menunjukkan mimik yang sangat serius. Hal ini akan membuat anak semakin grogi. Cobalah rileks dan berikan senyuman dan sapaan ramah terhadap guru dan dan pegawai sekolah. Obrolan-obrolan santai dengan lingkungan sekolah membuat anak-anak juga semakin santai dan siap memasuki lingkungan baru.

Kedua, Beri dukungan positif terhadap anak

Tidak perlu bersikap over protective. Berikan mereka semangat untuk memasuki ruang kelasnya. Biarkan anak-anak menyambut teman baru mereka dengan penuh perhatian. Biarkan mereka bertemu dengan guru-guru yang membanggakan.

Ketiga, Bicarakan pengalaman anak saat di sekolah

Pengalaman bertemu dengan teman dan lingkungan baru pasti banyak hal yang bisa dipelajari. Tunjukkan bahwa anda peduli terhadap proses yang terjadi di sekolah. Bagaimana reaksi anak-anak ketika berkenalan dengan teman-teman lain. Apakah mereka menemukan kendala-kendala yang berarti. Jika ada pengalaman bagus, berikan mereka apresiasi. “Wah bagus, semoga besok lebih menyenangkan ya” tunjukkan dukungan seperti ini.

Keempat, Tanamkan disiplin positif, jangan Berlebihan

Ketika anak memasuki dunia sekolah. Tentu mereka akan menemukan perubahan siklus waktu. Anak-anak perlu terbiasa dengan perubahan waktu itu. Ajarkan mereka untuk menghargai waktu dengan penuh positif. Disiplin positif berfokus pada solusi, bukan pada hukuman. Berikan alasan yang rasional dan tepat supaya mereka disiplin. Mengajari anak untuk salat lima waktu adalah salah satu bisa menjadi pembiasaan yang positif.

Kelima, kalau bisa bergabunglah di komunitas sekolah

Peran orang tua juga sangat dibutuhkan dalam komite sekolah. Komite akan menjadi wadah para orang tua untuk bekerjasama dengan sekolah. Komite juga dapat dijadikan sebagai forum saling berbagi pengetahuan dan informasi para orang tua. Karena persoalan pendidikan bukan hanya bertumpu pada sekolah. Kerja sama dan komunikasi positif sangat diperlukan antara orang tua dan sekolah. Karena pendidikan efektif adalah pendidikan yang kolaboratif.

Keenam, ajari anak bergaul dan bekerjasama dengan banyak orang

Di masa yang akan datang, anak-anak kita akan tidak mungkin hidup sendiri di dalam satu komunitas. Pasti mereka akan bertemu dengan orang-orang yang beragam latar belakang. Bisa jadi mereka nanti akan bekerja dan hidup dengan orang-orang dari Amerika, Afrika, Eropa, dll.

Oleh sebab itu, biasakanlah anak-anak berbaur dan bekerja sama dengan orang yang beragam latar belakang etnis, budaya, agama, kepercayaan, dll. Bahwa mengenal keragaman juga mengenal kekuasaan Allah SWT. Karena semakin anak-anak terbuka, maka dia akan semakin kuat menghadapi masa depan.