One Day One Hadis: Empat Macam Catatan Amal Manusia

One Day One Hadis: Empat Macam Catatan Amal Manusia

One Day One Hadis: Empat Macam Catatan Amal Manusia

Setiap amal baik dan buruk manusia dicatat dan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat. Setiap amal baik akan mendapatkan pahala, sementara amal buruk mendapatkan dosa. Kalau banyak kumpulan amal baiknya peluang mendapatkan surge semakin besar, tapi kalau sebaliknya, pintu nereka sudah menunggu. Tapi Allah sangat sayang kepada hamba-Nya, sehingga Allah melipatgandakan amalan yang pernah dilakukan manusia.

Dalam sebuah hadis Qudsi diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ : قَالَ : إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ، فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbas, dari Nabi SAW yang beliau riwayatkan dari Tuhannya (hadis qudsi) ‘azza wa jalla berfirman, yang beliau sabdakan; “Allah menulis kebaikan dan kejahatan,” selanjutnya beliau jelaskan; “siapa yang berniat kebaikan lantas tidak jadi ia amalkan, Allah mencatat satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat lantas ia amalkan, Allah mencatatnya sepuluh kebaikan, bahkan hingga dilipatgandakan tujuh ratus kali, bahkan lipatganda yang tidak terbatas, sebaliknya barangsiapa yang berniat melakukan kejahatan kemudian tidak jadi ia amalkan, Allah menulis satu kebaikan disisi-Nya secara sempurna, dan jika ia berniat kejahatan dan jadi ia lakukan, Allah menulisnya sebagai satu kejahatan saja.” (HR: Bukhari)

Hadis qudsi adalah hadis yang secara makna datang dari Allah, sementara redaksinya dari Rasulullah SAW. Sehingga hadis qudsi adalah berita dari Allah kepada Nabi-Nya melalui ilham atau mimpi, kemudian Rasulullah SAW menyampaikan hal itu dengan ungkapan beliau sendiri. Untuk itu, al-Quran lebih utama dibanding hadis qudsi, karena Allah menurunkan makna dan redaksinya. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh al-Jurjani di dalam kitabnya Mu’jam at-Ta’rifat. Mahmud al-Thahhan mengatakan di dalam kitab Taisir Mushthalah al-Hadits, bahwa jumlah hadis qudsi tidak banyak, jumlahnya lebih dari 200-an hadis.

Salah satu hadis qudsi yang disebutkan di atas, yang juga dimuat oleh Imam al-Nawawi dalam kumpulan hadis arbain beliau yang sangat populer di urutan hadis ke-39, menerangkan bagaimana Allah sangat baik kepada hamba-Nya. Begitu baiknya Allah kepada hamba-Nya, dalam kasus perbuatan dan keinginan seseorang, ada 4 kategorisasi pencatatan amal sebelum Allah memerintahkan malaikat-Nya, yaitu:

Pertama, jika dia berniat ingin melakukan 1 kebaikan, tetapi ternyata dia tidak melakukannya, maka Allah tetap mencatatnya sebagai 1 kebaikan.

Kedua, jika dia berniat ingin melakukan 1 kebaikan, kemudian dia realisasikan keinginan baiknya itu, maka Allah catat dari 1 kebaikan menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat bahkan berlipat ganda.

Ketiga, jika dia berniat ingin melakukan 1 keburukan, tetapi dia tidak melakukannya karena Allah, maka Allah catat itu sebagai 1 kebaikan. Dalam riwayat yang lain dari Abu Hurairah diterangkan Allah tidak akan menyuruh malaikat-Nya untuk mencatatnya hingga dia melakukan niat buruknya tersebut.

Keempat, jika dia berniat ingin melakukan 1 keburukan, kemudian dia melakukannya, maka Allah hanya mencatatnya sebagai 1 keburukan.

[One Day One Hadis program dari Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah yang didirikan Almarhum Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA. Pesantren Darus-Sunnah saat ini dalam tahap pengembangan dan pembangunan, bagi yang mau berdonasi silahkan klik link ini]