Muhammadiyah Himbau Semua Agama Bantu Palestina

Muhammadiyah Himbau Semua Agama Bantu Palestina

Pimpinan Pusat Muhammadiyah serukan semua agama lakukan aksi spiritual dan politik untuk membantu Palestina.

Muhammadiyah Himbau Semua Agama Bantu Palestina
Ketua Umum PP. Muhammadiyah, Haedar Nashir

Pimpinan Pusat Muhammadiyah serukan semua agama lakukan aksi spiritual dan politik untuk membantu Palestina. Hal ini disampaikan Muhammadiyah dalam rilisnya untuk menyikapi sikap politik Donald Trump memindahkan Kedubesnya dari Tel Aviv menuju Yerussalem.

Selain menentang keras sikap Trump tersebut, karena menggap keputusan tersebut ceroboh dan berpotensi menimbulkan kekerasan dan ancaman keamanan dunia, serta konflik antar bangsa dan negara, terutama di Timur Tengah, Muhammadiyah juga mendesak  negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, agar menunjukkan sikap politik yang tegas dan solidaritas yang tinggi dalam membela Palestina; serta tidak menunjukkan sikap lemah terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Muhammadiyah menganggap bahwa pemindahan kedutaan besar ke Jerussalem telah merubah kedudukan Jerussalem sebagai Kota Suci Umat Islam, Kristen, dan Yahudi menjadi kawasan politik yang dikuasai Israel dan membatasi hak serta kesempatan kaum Muslim dan Kristen untuk beribadah dengan tenang di Palestina.

Oleh karena itu, secara tidak langsung, Amerika Serikat telah mendukung pelanggaran hak beragama dan hak azasi manusia yang dilakukan pemerintah Zionis Israel. Selain itu Amerika juga telah melanggar resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) nomor 252 (1968), 267 (1969), 465, 476, 478 (1980), dan 2334 (2016).

Muhammadiyah juga menghimbau kepada umat Islam, Kristiani, Yahudi, dan umat beragama yang lainnya baik di Indonesia maupun di mancanegara untuk melakukan usaha spiritual dan politik dalam rangka membebaskan Jerussalem dari penjajahan Israel yang didukung Amerika Serikat.

 

Muhammadiyah selama ini mengapresiasi dan mendukung langkah pemerintah Indonesia dalam melakukan penggalangan dukungan untuk Palestina melalui Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan peran serta lobby melalui ASEAN, UniEropa, Gerakan Non Blok, dan lobby multilateral lainnya untuk mendukung usaha-usaha bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Palestina.