
Ada yang bilang; setelah Ramadan kita menjadi seperti bayi; suci. Sebab dosa-dosa telah diampuni? atau karena di antara arti idul fitri adalah kembali pada fitrah diri, yang suci?
Kata kembali, identik dengan suatu perjalanan; setelah berjalan pergi ke suatu tujuan, seseorang pulang, ke rumah kembali.
Kalau puasa Ramadan untuk menghapus dosa-dosa, bisa dibilang ini perjalanan menuju, bukan perjalanan kembali.
Setelah puasa dihapuslah dosa-dosa. Ini seperti hukum sebab-akibat, kausalitas. Karena puasa; dihapuslah dosa.
Sepertinya memang perlu melihat makna puasa, yang diantaranya berarti menahan diri. Ini seperti jeda. Layaknya lampu merah di perempatan jalan.
Jeda bisa berarti berhenti sejenak. Bisa untuk istirahat. Pun bisa digunakan untuk melihat kembali apa yang terjadi.
Seperti konsep STAR yang ditawarkan buku Filosofi Teras; berhenti sejenak untuk melihat ulang sebelum bertindak dan merespons sesuatu di dalam dan luar diri.
Ya, bisa dibilang puasa Ramadan adalah waktu jeda untuk melihat dan mengenal ulang siapa dan untuk apa diri ini.
Melihat diri saat bayi. Saat diri benar-benar belum bisa melakukan banyak hal.
Saat diri belum ada daya. Sepertinya idul fitri ini adalah waktu jeda untuk melihat diri yang memang tak berdaya kalau bukan karena Allah taala.
Laa haula walaa quwwata illa billah.
Idul Fitri pun bisa berarti untuk melihat fitrah bahwa diri ini memang sangatlah kecil. Hanya Allah Yang Maha Besar.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar
Selamat menjalani perjalanan kembali. Selamat kembali pada fitrah diri. Selamat berlebaran.